MERANTI (riaupeople) – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Kepala Bidang Bina Marga, Fauzan mengaku kecewa dengan realisasi pengerjaan paket proyek dengan nilai diatas Rp1 M. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, hingga tanggal 14 November ini sebagian besar paket mendapat nilai minus. “ Padahal ini sudah mendekati berakhirnya penggunaan anggaran tahun 2011. Sementara realisasi pekerjaan mereka sangat mengecewakan,” ungkap Fauzan kepada riaupeople.com, Jum’at (18/11/11).
Dijelaskan Fauzan, menindaklanjuti perintah Kadis PU Meranti, pihaknya belum lama ini menggelar pertemuan bersama konsultan pengawas proyek dan pihak terkait lainnya. Dari 9 paket pekerjaan dengan nilai M, hanya satu paket yang dikerjakan secara maksimal. Sementara sisanya bermasalah, mulai belum dikerjakan hingga ada yang terbengkalai. “ Kita menggelar pertemuan tanggal 14 November kemarin. Dari Sembilan paket milyaran yang kita evaluasi, hanya satu pakerjaan proyek fisik yang pengerjaannya hampir mencapai target. Sedangkan 8 paket lainnya kami beri nilai minus,” ujar Fauzan.
Kesembilan paket M yang dievaluasi itu, dikatakan Fauzan adalah pembangunan Jalan Poros Alai Kecamatan Tebing Tinggi Barat, pengerjaan Jalan Desa Bandul ke arah Tanjung Padang, pengerjaan Jalan Desa Lukun Sungai Tohor, pengerjaan Jalan Mengkopot Bandul Desa Selat Akar, pengerjaan Jalan Rintis Alai, pengerjaan Jalan Tanjung Kedabu Desa Bungur, pengerjaan Jalan Mengkirau Kecamatan Merbau, pengerjaan Jalan Sudirman Desa Tanjung Kedabu ke Desa Melai dan pengerjaan Jalan Sentul Desa Sendaur Kecamatan Rangsang Barat. “ Untuk kesembilan paket itu, yang memadai hanya pengerjaan Jalan Poros Alai Kecamatan Tening Tinggi Barat. Sisanya minus,” tegas Fauzan.
Terkait lambannya pengerjaan proyek itu, dikatakan Fauzan karena disebabkan beberapa hal, yakni lambatnya administrasi lelang, sulitnya mensuplay material serta factor alam lainnya. “ Menyangkut alasan-alasan yang mereka kemukakan itu dapat kita pahami, namun bukan berarti proyek itu tidak mereka selesaikan,” ujar Fauzan mengingatkan. (*)