DUMAI (riaupeople) – Freestyler atau Stuntdrider, yakni mengendarai motor dengan gaya bebas kian digandrungi kaum muda dewasa di seluruh pelosok negeri. Sejumlah atraksi akrobatik diatas motor, diantaranya berdiri di atas jok motor yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi (stand no-hand). Kemudian dengan roda belakang terangkat sang rider duduk di atas stang (rolling stoppie).
Freestyler lainnya kadang juga tak mau kalah, dengan lincahnya mereka seperti menari di atas motor dengan aksi memukau yang cukup berbahaya. Sejumlah aksi yang tak kalah mendebarkan seperti wheelie, endo, burn-out, surfing, sky, rodeo, cross line, touch down dan yang sejenisnya. Aksi ini jugalah yang dilakoni Wawan Tembong jawara freesytler di tanah air saat tampil di hadapan ribuan penonton U Mild U Bikers Festrack 2011 yang digelar, Minggu (20/11/11) di depan lapangan MTQ Dumai.
Freestyle sebelumnya identik dengan olahraga basket. Kini tidak lagi. Karena freestyle sudah berganti menjadi olahraga akrobatik diatas motor. Trend akrobatik motor mulai marak sekitar tahun 2005 dan kemudian semakin ramai setahun berikutnya setelah diadakan kompetisi freestyler secara nasional yang dihelat oleh U Mild U Bikers. Di luar negeri tren ini sudah lebih dulu muncul dengan istilah stuntdrider.
Freestyle kini sudah mendapatkan tempat di komunitas pencinta roda dua. Peminat freestyle tiap tahunnya meningkat dan terus bertambah. Jenis aksi standar yang dimainkan oleh para freestyler tanah air adalah wheelie dan stoppie. Wheelie sendiri adalah sebuah manuver yang dilakukan dengan mengangkat roda depan sedangkan Stoppie memberhentikan motor sambil mengangkat roda bagian belakang. Dari kedua gaya tersebut kemudian dikombinasikan dengan gaya-gaya ekstrem lainnya seperti wheelie sambil berputar, lepas tangan, atau stoppie dengan duduk diatas tangki bensin, dan lainnya. Tingkat kesulitan benar-benar mendebarkan dari aksi-aksi para freestyle.
Para penggila adrenalin stunt itu kini digawangi oleh Indonesia Stuntrider Association (ISA). Jawaranya berasal dari club-club freestyle yang berbeda daerah dan merupakan juara-juara kontes freestyle di tanah air. Yang masih teratas saat ini adalah Wawan Tembong. Lajang kelahiran Solo tahun 1988 ini merupakan freestyler andalan tanah air yang mahir memainkan semua jenis motor. Mulai dari matic, bebek hingga motorsport. Maka tak heran jika Wawan berhasil mempertahankan gelar Best of the Best Freestyle U Mild Freestyle Competition selama tiga kali berturut-turut.
Bagi Wawan, menggeluti dunia freestyle dapat memberikan kepuasan tersendiri. Terutama saat melakukan aksi ekstrim di hadapan ribuan orang yang menontonnya. ”Ada rasa puas ketika kita berhasil melakukan aksi ekstrim di hadapan para penonton,” katanya.
Freestyler yang kadang mesti sering terjatuh dan cedera ini mengaku tidak pernah kapok menjalani hobi freestyle motor ini. Bahkan ia mempunyai obsesi untuk menciptakan gaya dan trik baru freestyle nasional serta mendukung freestyler lokal masing masing daerah menciptakan ciri khasnya sendiri. “ Di setiap kota penggemar freestyle terus berkembang, saya rasa begitu pula di Dumai. Untuk melengkapi pengetahuan mereka mengenai freestyle maka diadakan pula coaching clinic dengan freestyler nasional yaitu Wawan Tembong,” tambah Ketua ISA, Royke.
Wawan menambahkan, hampir seluruh teknik stunt yang disuguhkan olehnya dapat dikuasai baik oleh para freestyler lokal. “Teman-teman dari freestyler lokal mempelajari dengan seksama beberapa teknik baru yang kami ajarkan dan mereka cepat mengadopsinya,” katanya.
Wawan berharap suatu saat masyarakat tidak lagi memandang sebelah mata freestyler, tapi berbalik menyukai freestyle.(*)