DUMAI (riaupeople) – Tumpahan minyak dari kilang PT Pertamina RU II Dumai yang menyembur pecan lalu mendapat perhatian serius dari Kantor Lingkungan Hidup Kota Dumai. Apalagi imbas tumpahan minyak itu mengotori lingkungan maupun perumahan masyarakat.
Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Dumai, Basri menyebutkan kasus itu akan berpengaruh terhadap penilaian lingkungan hijau yang tengah diusahakan Pertamina. Pasalnya, tidak tertutup kemungkinan tim penilai dari Kementerian Lingkungan Hidup RI akan turun ke Dumai untuk melakukan investigasi. “ Pertamina sedang berusaha menju penilaian lingkungan hijau. Kejadian ini pasti bisa berpengaruh, apalagi kalau nantinya tim dari Kemeneg LH turun ke Dumai dan menemukan adanya unsure kelalaian,” sebut Basri kepada wartawan di Dumai, Senin (21/11/11).
Lokasi yang terkena semburan minyak, sebagaimana diungkapkan Basri antara lain adalah pemukiman masyarakat yang berada di di Kelurahan Tanjung Palas, Dumai Timur. Terutama di lingkungan RT 05 dan 07. “ Begitu dapat laporan dari warga dan pihak kelurahan setempat, kita langsung memanggil managemen perusahaan untuk meminta klarifikasi penyebab terjadinya semburan,” jelas Basri.
Menurut Basri, peristiwa yang terjadi itu akibat kecorobohan Pertamina yang tidak sempurna saat melakukan pembakaran. Pihak managemen Pertamina juga tidak menutupi adanya semburan minyak yang menimpa rumah-rumah warga yang berdekatan dengan lokasi kilang. Minyak yang tersembur tersebut merupakan sisa minyak yang meletup akibat pembakaran yang tidak sempurna. “ Barang bukti yang diserahkan warga berupa daun keladi yang layu akibat semburan minyak dan kini dilakukan uji sample. Kejadian ini merupakan kecerobohan pertamina sendiri yang tidak sempurna saat melakukan pembakaran,” tegas Basri.
Lebih lanjut dikatakan Basri, pihaknya juga sudah mengingatkan Pertamina RU II agar menindaklanjuti keluhan warga yang meminta ganti rugi atas kerusakan pohon dan tanaman yang tersiram minyak. Sebab, dari laporan warga, tidak hanya tanaman yang tercemar minyak, bahkan juga kolam milik warga. Selain itu, Pertamina diingatkan juga agar melakukan kontrol secara ketat terhadap sistem pembakaran dan memperketat safety supaya peristiwa yang sama tidak terulang kembali. ” Kita telah peringatkan mereka agar memperketat pengontrolan terhadap sistem kerja di lingkungan kilang. Segala kerugian warga harus disikapi dengan bijak dengan penuh tanggungjawab,” harap Basri.(*)