13.11.2011 | Reporter : Defri Yanto | Posted in
Bisnis,
Hot News,
Meranti
MERANTI (riaupeople) – Pembangunan sejumlah jalan di Kabupaten Kepulauan Meranti dikhawatirkan berjalan stagnan. Pasalnya, dari sejumlah paket pekerjaan yang sudah dianggarkan pada APBD Meranti TA 2011, hingga kini banyak yang belum dikerjakan. Selain jalan poros penghubung Desa Selat Akar – Desa Mengkopot Kecamatan Merbau, peningkatan jalan Desa Dedap – Desa Tanjung Padang Kecamatan Merbau dengan anggaran Rp8,4 Miliar juga belum dikerjakan oleh pihak rekanan.
Kepala Desa Dedap Kecamatan Merbau, Syahril saat dihubungi mengakui belum dikerjakannya proyek peningkatan jalan tersebut. Hingga kini pihaknya belum mendapat laporan tentang jadwal dimulainya pekerjaan oleh rekanan. ” Kita tidak tahu kapan proyek itu akan dikerjakan. Saat melakukan peninjauan ke lapangan sebelum Idul adha kemarin, kami hanya melihat satu unit alat berat dan dua unit truk,” ungkap Syahril saat ditemui akhir pekan kemarin.
Hal tidak jauh berbeda diungkapkan Kepala Desa Tanjung Padang, Abu Hasan yang mengaku tidak tahu persis realisasi pengerjaan proyek peningkatan jalan sepanjang 8 kilometer itu. “ Sampai kini kami tidak mengetahui secara persir sejauh mana realisasi pekerjaan jalan sepanjang 8 KM itu. Pasalnya hingga kini pengerjaan masih berada di wilayah Desa Dedap. Sedangkan jarak desa kami dengan Dedap itu 11 kilo,” ungkapnya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari sejumlah pihak, rekanan pelaksana proyek itu disebut-sebut adalah PT Nikita Karya yang juga rekanan pelaksana proyek jalan poros Tanjung Kedabu menuju Desa Bungur Kecamatan Rangsang. Kalau jalan poros ada yang sudah dikerjakan, beda halnya dengan pembangunan jalan Desa Dedap yang belum dikerjakan sama sekali. Sementara saat ini masa tenggang waktu penggunaan anggaran 2011 kurang dari 2 bulan lagi. “ Kalau tidak selesai, perusahaan ini tentu harus diberikan sanksi. Apa bentuk sanksinya kita serahkan kepada pemerintah melalui dinas terkaitnya,” ujar Anto warga setempat.(*)