JAKARTA (riaupeople) – Memasuki babak kedua, Garuda Muda langsung mengepung jantung pertahanan Malaysia. Namun pressure yang dilakukan belum berhasil menambah pundi-pundi gol Indonesia. Tendangan bebas di menit awal pertandingan yang langsung menuju gawang Malaysia berhasil diamankan kiper Malaysia, Khairul Fahmi Cik Mat (1).
Posisi penguasaan bola berbalik dan Malaysia berulang kali melakukan tekanan. Penjaga gawang Indonesia, Kurnia Meigy (1) beberapa kali harus jungkir balik menyelamatkan gawangnya. Peluang emas Malaysia sempat lahir di menit 54. Namun tendangan yang dilepaskan dari dalam kotak 16 masih bisa diatasi Kurnia Meigy. Pelatih Indonesia, Rahmad Darmawan terlihat tegang menyaksikan laga anak asuhnya.
Memasuki menit 15 babak kedua, kerjasama Tibo (25) dan Wanggai (27) nyaris saja membuahkan gol. Namun control bola dengan dada yang dilakukan Wanggai tidak tepat. Bola bergulir dan lepas dari penguasaannya. Sempat terjadi benturan keras antara Wanggai dengan penjaga gawang Malaysia, Fahmi.
Peluang kembali diperoleh Wanggai dua menit kemudian. Tapi tendangannya dari ruang sempit di dalam areal kotak penalty melebar ke tiang kanan gawang Malaysia. Untuk menambah daya dobrak Garuda Muda, Darmawan menarik keluar Andik dan memasukkan Ferdinan Sinaga (17). Kemudian Hendro Siswanto (26) masuk menggantikan Mahardiga pada menit 72.
Memasuki menit akhir babak kedua, pemain kedua kesebelasan mulai menurun staminanya. Banyak pergerakan salah yang dilakukan kedua kesebelasan. Selain itu permainan sedikit keras juga dipertontonkan pemain Malaysia. Tibo berulang kali terkapar setelah diganjal keras pemain Malaysia. Hingga waktu normal berakhir, laga Indonesia Malaysia masih imbang 1-1. Hal ini mengingatkan laga tahun 87 antara Indonesia – Malaysia yang juga berakhir imbang di 90 menit pertandingan.(*)