BENGKALIS (riaupeople) – Fraksi Gabungan Lancang Kuning mencecar habis Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Hal ini terkait lambannya pemerintah dalam merealisasikan kegiatan tahun anggaran 2011.
Ketua Fraksi Lancang Kuning, Misliadi saat menyampaikan pandangan fraksi terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2011 menegaskan, Pemkab Bengkalis telah gagal merealisasikan kegiatan TA 2011, termasuk penyerapan APBD TA 2011 ini. Salah satu contoh, Program Usaha Ekonomi Desa dan Simpan Pinjam (UED-SP) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun ini tidak berjalan maksimal. ” Soal ADD ini Pemkab dinilai lalai, karena mepetnya waktu serta peningkatan anggaran pada APBD-P yang mencapai 300 persen disbanding pada APBD murni tahun ini. Sejumlah kebijakan Pemkab TA 2011 ini patut dipertanyakan,” tegas Misliadi.
Selain itu, terhadap bantuan langsung kepada masyarakat, berupa bibit untuk pertanian dan perkebunan, tiba-tiba dibatalkan oleh SKPD bersangkutan. Lantas persoalan proyek fisik tahun ini juga tidak maksimal. Sehingga timbul asumsi, kalau Pemkab Bengkalis tidak punya science of crisis terhadap kebijakan pembangunan yang sudah dirancang sendiri. ” Fraksi Gabungan Lancang Kuning berharap, agar dalam pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan program peningkatan ekonomi rakyat,” tandas Anggota DPRD Bengkalis Dapil Rupat ini. (*)