” Ya, benar ada penangkapan terkait kasus teror bom di Cirebon. Identitasnya Beni Asri, warga Nagari Koto Sani yang sebelumnya berada di Cirebon dan baru kembali ke kampung halamannya beberapa waktu lalu,”
AKBP Lufti Martadian
Kapolres Solok
SUMBAR (riaupeople) – Warga Jorong Kasiak nagari Koto Sani Kabupaten Solok Sumatera Barat, Beni Asri ditangkap Densus 88 Mabes Polri karena diduga terlihat kasus peledakan bom di Gereja Gereja Bethel Injil Sepenuh Solo, Jawa Tengah. Tersangka diamankan saat akan melaksanakan sholat Jum’at di kampung halamannya.
Kapolres Solok AKBP Lufti Martadian membenarkan penangkapan yang dilakukan personel Densus 88 Mabes Polri di wilayahnya. ” Ya, benar ada penangkapan terkait kasus teror bom di Cirebon. Identitasnya Beni Asri, warga Nagari Koto Sani yang sebelumnya berada di Cirebon dan baru kembali ke kampung halamannya beberapa waktu lalu,” kata Lufti ketika dihubungi detikcom, Minggu (2/10/2011).
Menurut Lufti, Beni ditangkap ketika akan melakukan salat Jumat di sebuah masjid di kampungnya. Proses penangkapan berlangsung cepat tanpa perlawanan dari yang bersangkutan. “ Setelah ditangkap, dia langsung dibawa Densus ke Mabes Polri untuk diperiksa,” kata Lufti.
Sebelumnya Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Anton Bachrul Alam menyebutkan polisi masih terus menyelidiki pelaku lain dalam peristiwa bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh Solo, Jawa Tengah. Polisi masih mendalami informasi Ahmad Yosepa Hayat datang ke Solo tidak sendirian. ” Ini kan masih dalam penyelidikan, belum bisa kita sampaikan bagaimana saat itu dan sebagainya. Sebab nanti akan mengakibatkan kesulitan kita juga di lapangan,” ujar Kadivhumas Mabes Polri Irjen Anton Bachrul Alam di kantornya, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat (30/9/2011).
Menjawab wartawan mengenai identitas yang menemani Hayat di Solo, Anton mengaku belum mengetahui secara pasti. ” Insya Allah semuanya sudah dikembangkan. Kita tunggu saja,” jawab Anton.(fai)