“ Dicky wajib diberikan perlindungan. Apalagi dengan adanya indikasi pengerahan orang untuk melakukan tindak kekerasan. Pihak-pihak yang terlibat dalam rencana tindak kekerasan itu harus ditindak tegas,”
Adrian Hadi
Pengamat Sosial dan Tindak Kriminal
DUMAI (riaupeople) – Dicky Rinaldi, pelapor dugaan gratifikasi yang dilakukan penguasa Dumai nyaris jadi korban kekerasan. Sejumlah orang yang menunggu diluar gedung dewan langsung menguber Dicky yang baru keluar dari ruang pertemuan, Jum’at (30/9/11).
Layaknya komplotan preman, mereka menuding-nuding Dicky sembari berusaha mendekati. Untung saja aparat yang bersiaga bergerak cepat. Personil Polsek Bukit Kapur yang berjaga-jaga langsung mengamankan Dicky Rinaldi dari kejaran.
Seperti diberitakan riauterkini.com, drama kejar-kejaran terjadi di halaman parkir kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Dumai di jalan Perwira Dumai. Sejumlah orang yang mengaku keluarga dekat Walikota Dumai itu datang dan memaki-maki Dicky. “ Dikau tidak tau siapo Khairul itu, dia itu anak kemanak aku, dio itu bukan orang Jakarta, dio itu orang Dumai, kenapo dikau ganggu jugo,” kata seorang pria yang berumuran 50-an tersebut kepada Dicky Rinaldy dalam dialek setempat.
Selain itu, pria yang sampai saat ini belum diketahui identitas tersebut oleh media, juga menghampiri Dicky sambil mengatakan bahwa tindakan pelaporan yang dilakukan Dicky tersebut tidak perlu dilakukannnya. “ Kenapo dikau lakukan, karena dikau tidak dapat apa yang kau mau, makanya kau lakukan, sabo dulu, semua butuh waktu,” ujar pria tersebut sambil dipegang aparat kepolisian yang memakai pakaian bebas pada saat itu.
Dicky Rinaldi kepada riaupeople.com tadi malam mengaku siap menerima segala bentuk konsekwensi atas tindakan yang dilakukannya. Dirinya menegaskan tidak gentar terhadap tekanan-tekanan yang dilakukan oleh sekelompok orang. “ Orangnya saya kenal semua, ada Sabil dan lainnya. Saya tidak akan mundur karena tekanan-tekanan yang dilakukan. Jauh hari sebelumnya saya sudah memprediksi ini bakal terjadi,” ujar Dicky Rinaldi.
Pada sisi lain, Pengamat Sosial dan Tindak Kriminal, Adrian Hadi menegaskan aparat mesti memberikan perlindungan terhadap Dicky Rinaldi, terlepas diminta atau tidak diminta. Pasalnya, Dicky Rinaldi termasuk kategori saksi kunci dalam kasus dugaan gratifikasi. “ Dicky wajib diberikan perlindungan. Apalagi dengan adanya indikasi pengerahan sekelompok orang untuk melakukan tindak kekerasan. Pihak-pihak yang terlibat dalam rencana tindak kekerasan itu harus ditindak tegas,” ujar Adrian Hadi.(fai)