“ Maunya kontraktor yang mengerjakan Jl.SMA itu membuat rambu-rambu peringatan agar para pengendara bisa ekstra hati-hati saat melintas. Saya sangat menyesalkan dengan kecerobohan kontraktornya. Apa salahnya mereka pasang sehingga kita bisa tahu,”
Ronny
Korban Kecelakaan
RENGAT (riaupeople) – Proyek median jalan yang berada di Jalan Sultan (Jl.SMA) menuju pusat Kota Rengat kembali makan korban. Semula, pada Rabu (21/9) malam lalu sekitar pukul 20.20 WIB, dua sepeda motor terjerembab kedalam lobang yang digali untuk pembuatan median jalan tersebut.
Korbannya, Ronny (23) dan temannya Andri (21) warga Rengat menderita luka parah setelah jatuh ke lobang sedalam 20 cm. Menurut keterangan korban saat ditemui di RSUD Indra Sari Rengat, kecepatan mereka saat itu hanya 30-40 km perjam. Namun, karena jalan tersebut gelap dan tidak ada rambu-rambu, mereka tidak tahu kalau di tengah jalan yang selama ini tidak ada lobang ternyata sudah digali.“ Maunya kontraktor yang mengerjakan Jl.SMA itu membuat rambu-rambu peringatan agar para pengendara bisa ekstra hati-hati saat melintas. Saya sangat menyesalkan dengan kecerobohan kontraktornya. Apa salahnya mereka pasang sehingga kita bisa tahu,” rutuk Ronny.
Kekesalan serupa juga diungkapkan orang tua korban, Kardi (57) yang menyebutkan sebaiknya proyek median jalan itu dibuat rambu-rambu peringatan. “ Jika sudah begini kita bisa bilang apa lagi. Sebab, semua sudah terjadi. Tetapi, sebaiknya pekerja jalan itu membuat tanda agar pengendara roda dua dan roda empat bisa hati-hati. Kontraktornya yang dapat duit, anak saya yang terima celaka,” ujarnya, ketus.
Kejadian serupa juga menimpa salah satu warga Kel.Sekip Hilir, yakni Angga (21) yang saat itu akan pulang ke rumahnya usai bertugas menjaga rumah dinas Wakil Bupati Inhu. Korban yang merupakan anggota Satpol PP di lingkup Pemkab Inhu ini menderita patah kaki sebelah kiri, bibir robek, rahang bergeser dan luka cukup parah di sekitar kaki dan tangannya.
Menurut keterangan saksi mata saat ditemui usai kejadian di Klinik Medissra Rengat, korban mengendarai sepeda motor sendirian. Setibanya di depan Klinik Medissra, sepeda motornya bertubrukan dengan truk colt diesel.“ Kejadiannya sekitar pukul 21.30 WIB, korban dari arah hulu ke arah hilir. Tiba-tiba truck colt diesel yang dari arah hilir melawan arah untuk memutar tepat di depan klinik ini. Tabrakan tidak dapat dihindarkan karena truck tersebut tidak menghidupkan lampu dan tidak menggunakan lampu sen,” terangnya.
Sejak proyek median jalan itu dikerjakan sudah banyak korban berjatuhan. Ayong (40) pemilik Café Ayong yang berada di Jl.SMA merasa rehah dengan seringnya terjadi kecelakaan. Bahkan, para pembeli yang sering makan dan minum di cafenya juga merasa resah dan kesal. Pasalnya, tempat untuk memutar dari arah hulu dan hilir menuju ke tempat usahanya sangat jauh sekali. “ Banyak warga Rengat yang makan atau minum ke tempat saya mengaku susah dan resah. Tempat untuk memutarnya jauh sekali, satu di depan Hotel Danau Raja dan satunya lagi di depan Klinik Medissra. “ Mungkin pihak rekanan dengan Klinik Medissra ada ‘main mata’, sehingga tempat memutar dibuat disana,” kata Ayong.
Sementara itu, salah satu anggota DPRD Inhu, Arwan Citra Jaya, mengharapkan agar pihak rekanan harus membuat rambu-rambu warning (peringatan, red). “ Pihak rekanan itu, khususnya para pekerja harus lebih akurat saat meninggalkan material usai bekerja. Jangan asal diletakkan saja hingga menyulitkan pengguna jalan,” katanya.
Ditambahkan Wawan, sapaan akrabnya, dinas terkait dalam hal ini Dinas PU harus cepat tanggap dan menghimbau pihak rekanan agar segera memasang rambu-rambu peringatan. “ Kita minta agar Dinas PU tanggap soal ini. Jangan tunggu jatuh korban lagi,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, rambu-rambu peringatan jalan masih belum juga dipasang. Bahkan, material tanah untuk menimbun median jalan juga diletakkan sembarangan. Akibatnya, badan jalan yang kecil makin sempit.
Kepala Dinas PU, Asmara Komar saat dihubungi via seluler tidak diangkat dan layanan pesan singkat yang dikirim juga tidak dibalas. Sedangkan Asun alias Mastur, Bos PT Kurnia Subur (PT.KS) selaku kontraktor pelaksana proyek median jalan ini juga tidak bisa dihubungi. (wan)