DUMAI – Untuk mengantisipasi penularan HIV/AIDS serta meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penyebaran virus tersebut, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Dumai, melakukan sosialisasi kepada sejumlah jajaran guru tingkat SMU/SMK se-Kota Dumai yang dilaksanakan di Gedung Akper Sri Bunga Tanjung, Rabu (5/10/2011).
Sementara pembukaan sosialisasi yang dilakukan oleh KPA dan Dinkes Dumai secara langsung di buka oleh Wakil Walikota Dumai, H Agus Widayat serta diikuti sebanyak 75 guru yang terdiri dari guru Agama, Biologi, BK, dan Guru Kewarga Negaraan. Sedangkan untuk narasumbernya dari, Dinas Kesehatan, LSM Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Provinsi Riau, Dinas Pendidikan Provinsi Riau.
Wawako Dumai Agus Widayat, yang juga sebagai Ketua Komisi penangulangan HIV/AIDS Kota Dumai, mengatakan HIV/AIDS sudah menjadi epidemi yang mengancam kesehatan dan kehidupan generasi bangsa yang secara langsung membahayakan perkembangan sosial serta keamanan bangsa. Dengan demikian, tentunya perlu dilakukannya sosialisasi tentang bahayanya HIV/AIDS tersebut. Dan sosialisasi ini ditujukan agar dapat menekan angka penderita dan penyebar HIV/AIDS khususnya dikota Dumai.
“Mudah-mudah dengan adanya sosialiasasi ini para guru dapat menyampaikan ilmu dan pengetahuan kepada anak didiknya disekolah masing-masing. Dengan demikian saya juga mengharapkan kegiatan ini kiranya diikuti sebaik mungkin. Dan mari kita mulai mencegah penularan HIV/AIDS sedini mungkin, agar Kota Dumai terhindar aari penyakit yang mematikan ini,” harap Agus.
Dijelakan Wawako, bahwa virus HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, sedangkan AIDS yakni Acquired Immuno Deficiency Syndrome. HIV dan AIDS ini memang ada hubungannya. Jadi AIDS ini merupakan kumpulan berbagai gejala penyakit akibat dari turunnya kekebalan tubuh seseorang akibat virus HIV.
“Maka dari itu, kita perlu mewaspadai HIV/AIDS ini karena apabila virus HIV berjangkit pada seseorang maka setelah beberapa tahun jumlah virus bertambah banyak sehingga kekebalan tubuh tidak lagi mampu melawan penyakit yang masuk dan mengakibatkan kematian,” katanya.
Selain itu mengenai virus HIV, kata Agus, biasa ada dalam cairan tubuh yakni pada darah, sperma, cairan kemaluan wanita dan air susu ibu terutama pada orang yang telah terinveksi virus HIV. Virus HIV dapat menular melalui hubungan seks lewat vagina, dubur atau mulut dengan orang yang mengidap HIV terutama hubungan seks yang tidak menggunakan kondom. Selain itu dapat juga menular dari alat suntik yang bekas dipakai orang mengidap HIV, dan selanjutnya dapat juga dari tranfusi darah dari orang yang mengandung HIV.
Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi dampak bahaya HIV/AIDS, Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, Marjoko Santoso, Dirut RSUD Dumai, Paisal SKM, Camat Dumai Timur, Fauzan, Kepala Adper Sri Bunga Tanjung, Rahmawati, Pejabat di Dinas Pendidikan Kota Dumai, serta para tamu undangan lainnya.***(had)