“ Namun kabarnya ada kaitan dengan temuan BPK yang melakukan audit terhadap penggunaan APBD TA 2010 lalu serta proyek pembangunan 2011 ini,”
Burhanuddin
Tokoh Meranti di Pekanbaru
MERANTI (riaupeople) – Sejumlah dugaan penyimpangan penggunaan APBD Kabupaten Kepulauan Meranti kabarnya tengah menjadi incaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Diantara yang disebut-sebut adalah terkait penggunaan APBD TA 2010 serta pelaksanaan lelang terpadu proyek fisik di lingkungan Pemkab Meranti pada APBD TA 2011.
Kabar akan turunnya KPK ke Meranti juga diungkapkan Burhanuddin yang menyebutkan isu itu sudah santer terdengar. Malah saat ini sudah menjadi pembicaraan sejumlah tokoh masyarakat Meranti yang ada di Pekanbaru maupun Jakarta. Hanya saja kini belum diketahui pasti kebenaran maupun sumber informasi itu secara pasti.” Kita sudah dengar itu. Malah kawan-kawan yang ada di Pekanbaru dan Jakarta juga banyak yang bertanya-tanya soal itu. Untuk kepastiannya kita lihat saja nanti, benar ada KPK yang ke Meranti atau tidak,” ujar tokoh Meranti di Pekanbaru, Burhanuddin kepada riaupeople.com, Jum’at (4/11/11) pagi.
Lebih lanjut dikatakannya, kalaupun KPK masuk ke Meranti, tidak perlu ada yang ditakuti. Malah pada satu sisi ada nilai positif guna menekan kemungkinan terjadinya penyimpangan anggaran. “ Kalau ada yang ketakutan, berarti mereka melakukan penyimpangan. Sepanjang tidak ada penyimpangan anggaran yang dilakukan biar saja KPK datang,” sebut Burhanuddin.
Disebutkan Burhanuddin, berdasarkan kabar yang didapat KPK kemungkinan datang minggu depan. Tidak disebutkan secara persis pejabat mana yang akan diperiksa. Termasuk kasus pelanggaran atau penyimpangan yang menjadi temuan. “ Namun kabarnya ada kaitan dengan temuan BPK yang melakukan audit terhadap penggunaan APBD TA 2010 lalu serta proyek pembangunan 2011 ini,” papar Burhanuddin.
Sementara Bupati Meranti Irwan Nasir yang dihubungi melalui Kabag Humas Pemkab Meranti, Yusrizal belum berhasil dikonfirmasi terkait isu kedatangan KPK itu. Kendati nada panggil tersambung, namun Yusrizal mengabaikan panggilan masuk. Pesan singkat yang dikirim ke telpon selulernya juga tidak ada balasan.(nto)