em>” Kita mendesak agar pengacara KPU Kampar untuk sidang MK diganti. Kami menduga Asep merupakan orang Gubernur Riau Rusli Zainal,”
Khairul Azmi Zein
Korlap Jampar
KAMPAR (riaupeople) – Tiga pejabat Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Kampar, masing-masing Asril Hamzah, Yatarullah dan Noprizal disandera oleh sekitar 500 pengunjuk rasa yang tergabung dalam Jaringan Aksi Masyarakat Kampar (Jampar) semenjak pukul 09.00 Wib pagi tadi.
Hingga, Jum’at (28/10/11) malam ini belum terlihat tanda-tanda sandera bakal dibebaskan pengunjuk rasa.. Massa menuntut KPUD segera melakukan pleno penggantian pengacara lembaga pelaksana pemilihan umum kepala daerah (pemilu kada) di Kampar ini.
Koordinator lapangan Jampar, Khairul Azmi Zein sebagaimana diberitakan mediaindonesia.com mengatakan aksi yang dilakukan itu guna mendesak dilakukannya sidang pleno penggantian pengacara KPU untuk sidang di Mahkamah Konstitusi (MK). Sebelumnya KPU Kampar menunjuk Abdul Herris Rusli sebagai pengacara. Namun kemudian, KPUD mencopot Herris dan menggantikannya dengan Asep. ” Kita mendesak agar pengacara KPU Kampar untuk sidang MK diganti. Kami menduga Asep merupakan orang Gubernur Riau Rusli Zainal,” tegas Khairul.
Menurut Khairul, pergantian pengacara KPU Kampar merupakan tindakan politik untuk melemahkan posisi KPU Kampar dalam persidangan di MK dalam menghadapi gugatan calon independen, pasangan Hardiman dan Indra Putra, yang tidak lolos seleksi.
Para pengunjuk rasa khawatir, jika KPUD kalah dan calon independen menang, maka ada kemungkinan MK memutuskan untuk mengulang kembali Pemilu Kada Kampar yang dimenangkan oleh pasangan Jefry Noer-Ibrahim Ali. ” Kami tidak ingin suasana Kampar yang sudah kondusif usai pemilu kada dirusak oleh ambisi politik sesaat,” tegas Khairul.
Ia menilai adanya permainan politik itu semakin menguat ketika utusan yang menjemput Ketua KPU Kampar Syafril Abdullah ke Pekanbaru pulang dengan tangan hampa. ” Di tengah perjalanan Ketua KPU Kampar tiba-tiba sakit perut dan kembali ke Pekanbaru. Padahal sebelumnya sehal walafiat. Ini semakin menjelaskan ada skenario yang bermain,” kata Khairul.
Pengunjuk rasa, lanjutnya, masih akan bertahan hingga Ketua KPU Kampar bersedia melakukan pleno dan mengganti Asep yang diduga merupakan boneka Rusli Zainal. Hingga malam ini pengunjuk rasa masih bertahan di kantor KPU Kampar. Aksi ini dijaga ketat petugas kepolisian.(fai)