DUMAI (riaupeople) – Gubernur Riau, HM Rusli Zainal kabarnya marah besar terhadap tindakan Walikota Dumai, H Khairul Anwar yang diduga “potong kompas” ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait pengajuan nama calon Sekretaris Daerah Kota Dumai.
Padahal sebelumnya Gubri telah mengajukan tiga nama berdasarkan hasil fit and propertest ke Kemendagri. Namun belakangan Walikota Dumai dikabarkan langsung mendatangi Kemendagri dengan mengantongi nama calon yang baru. Namun sejauhmana kebenaran informasi itu masih perlu pembuktian lebih lanjut.
Hanya saja, saat wartawan menanyakan persoalan itu kepada Ketua DPRD Kota Dumai, Zainal Effendi melalui layanan pesan singkat, persoalan itu sepertinya benar terjadi. Pasalnya, dalam SMS balasan yang dikirimkan Zainal Effendi, pihaknya meminta agar Walikota Dumai meminta maaf kepada Gubernur Riau. “ Walikota Dumai harus meminta maaf kepada Gubri,” tulis Zainal Effendi asal Partai Golkar ini, Jum’at (28/10/11) siang tadi.
Pada sisi lain, Walikota Dumai H Khairul Anwar saat ditemui wartawan, Jum’at (28/10/11) membantah mengajukan kembali nama baru untuk calon Sekdako Dumai. Namun dirinya mengaku sempat bertemu orang di Kemendagri. “ Saya hanya ditanya tentang kedekatan dengan tiga nama tersebut. Tidak ada pengajuan nama baru itu,” ujar Khairul Anwar.
Menurut informasi yang diterima, tiga nama yang direkomendasikan sebagai calon Sekdako Dumai ke Kemendagri itu adalah Said Mustafa yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kota Dumai, Junaidi Asnawi menjabat sebagai Asisten I Kota Dumai dan Hendra Usman Kepala Bappeda Kota Dumai.(lin)