“ Dengan segala kerendahan hati, kita meminta kepada Bupati Yopi Arianto agar mengganti Kepala Dinas Kesehatan, Zainal Arifin. Kalau tidak mampu bekerja dengan baik, terutama mengatasi wabah DBD ini untuk apa dipertahankan,”
Hatta Munir
Ketua LSM MPR Ber-Nas Inhu
INHU (riaupeople) – Ketua LSM MPR Ber-Nas Inhu, Hatta Munir meminta Pemkab Inhu agar lebih serius dalam menanggapi ancaman wabah demam berdarah. Apalagi saat ini sejumlah warga sudah terserang penyakit yang bisa menyebabkan kematian itu. “ Kita baru saja dapat informasi ada bocah yang terjangkit demam berdarah. Selain itu juga ada korban lainnya yang tengah di rawat di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Kita minta agar pemerintah lebih tanggaplah,” ujar Hatta Munir melalui telepon selulernya, Minggu (23/10/11) kemarin.
Dikatakannya, kinerja Kepala Dinas Kesehatan dalam melakukan sosialisasi bahaya demam berdarah di tengah-tengah masyarakat sangat lemah sekali. Hal itu dikhawatirkan bisa berdampak dan menghambat program-program kepala daerah. Tidak hanya itu, secara tidak langsung juga bisa merusak citra bupati di tengah masyarakat. “ Dengan segala kerendahan hati, kita meminta kepada Bupati Yopi Arianto agar mengganti Kepala Dinas Kesehatan, Zainal Arifin. Kalau tidak mampu bekerja dengan baik, terutama mengatasi wabah DBD ini untuk apa dipertahankan,” tegas Hatta Munir kesal.
Sementara Kepala Klinik Medica Air Molek, Dr.Eng Yurianto membenarkan adanya warga Desa Tanjung Gelundung dan SP 5 Kecamatan Lubuk Batu Jaya yang terkena wabah DBD. Bahkan menurut Dr.Eng, di klinik tempat dia bekerja sudah enam kasus yang ditangani dengan gejala serupa.
Hal senada juga disampaikan Kepala Puskesmas Air Molek, Dr.Rudi melalui stafnya, Syamsul yang menyebutkan sudah 15 kasus DBD yang terjadi selama sebulan terakhir dengan gejala serupa. “ Dari 15 korban suspect DBD ini, sudah dua orang yang dirujuk ke RSUP Arifin Ahmad di Pekanbaru. Sebab, kondisi kedua korban sudah sangat memprihatinkan,” terang Syamsul.
Terpisah, Kepala Rumah Sakit Ibnu Sina Air Molek, Dr.Benny Marsani melalui Bagian Administrasi, Ida Riyani menjelaskan, sejak Juli 2011 sudah 10 kasus DBD yang mereka tangani. Pada bulan Agustus 16 kasus dan September – Oktober 2011 ini 12 kasus.
Banyaknya jumlah kasus DBD dalam kurun empat bulan terakhir ini, selain disebabkan kurangnya kepedulian warga untuk selalu membersihkan lingkungan, juga karena factor perubahan cuaca yang tidak menentu.(wan)