” Saya diusulkan untuk melaporkan pencemaran nama baik ini ke polisi, tapi saya berpendapat tidak perlu. Saya laporkan dia (Sudi) ke Allah dan Rasul-Nya, dan kita lihat apa yang akan terjadi,”
Fadel Muhammad
Mantan Menteri KIB II
JAKARTA (riaupeople) – Dicopotnya Fadel Muhammad dari posisi Menteri Perikanan dan Kelautan KIB Jilid II masih menyisakan sejumlah catatan. Setelah mengaku didzalimi, kali ini mantan kader Partai Golkar itu terlibat perseteruan dengan Mensesneg Sudi Silalahi. Pernyataan Sudi yang menyebutkan Fadel dicopot karena bermasalah menjadi batu api baru.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menilai pernyataan Mensesneg, Sudi Silalahi soal alasan pemberhentian dirinya sebagai menteri tidak tepat disampaikan. Menurutnya, soal reshuffle adalah hak prerogatif presiden. Jadi Mensesneg tidak perlu menyampaikan alasan pemberhentian dirinya. ” Mensesneg Sudi tidak perlu menyampaikan alasan pemberhentian saya bila substansinya sangat kabur atau tidak jelas hingga terkesan mengada-ada. Bahkan cenderung dapat menjadi fitnah terhadap diri, keluarga, dan nama baik saya,” kata Fadel dalam jumpa pers di rumah dinasnya Jalan Widya Chandra V No. 26, Jakarta, Sabtu (22/10/2011).
Fadel sebagaimana dirilis okezone.com menegaskan pernyataan Sudi Silalahi itu dinilai telah melampaui wilayahnya sebagai menteri yang justru dilakukan Presiden SBY terkait perombakan kabinet. ” Sebagai pejabat negara saya mengimbau Mensesneg Sudi sebaiknya menjaga etika dan martabat,” tegasnya.
Kendati merasa dirugikan, Fadel Muhammad mengaku tidak akan melaporkan Mensesneg Sudi Sialahi ke polisi atas pencemaran nama baik. Fadel mengaku masih berbaik hati dan tidak ingin memperpanjang masalahnya itu ke pihak yang berwajib. ” Saya diusulkan untuk melaporkan pencemaran nama baik ini ke polisi, tapi saya berpendapat tidak perlu. Saya laporkan dia (Sudi) ke Allah dan Rasul-Nya, dan kita lihat apa yang akan terjadi,” kelakar Fadel.
Mantan Gubernur Gorontalo ini mengaku legowo dengan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). ” Jangan bilang Pak Fadel emosi. Bilang Pak Fadel sangat tenang, tadi pagi saya juga main golf dan kami sekeluarga juga akan pergi ibadah umroh,” tukasnya.
Pada sisi lain, Ketua Departemen Keuangan Partai Demokrat (PD), Ikhsan Modjo menyebutkan sikap Fadel itu salah alamat. ” Hak prerogatif presiden sudah dikonsultasikan sebelumnya kok, sudah ada komunikasi dengan Ketum (ketua umum) Golkar dan SBY. Kemudian Pak Fadel bertanya ke Pak Sudi (Sudi Silalahi) dan Pak SBY, ini salah alamat. Harusnya menanyakan ke Pak Ical (Aburizal Bakrie). Pertanyaannya kenapa dia protes ke Pak Sudi, harusnya ini kepentingan internal, kurang lebih sama partai lain juga begitu,” kata Ikhsan usai diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakpus, Sabtu (22/10/2011).(fai)