JAKARTA (riaupeople) – Entah apa pemicunya, sejumlah aparat berseragam lengkap dari TNI dan Polri melakukan penggeledahan terhadap asrama yang ditempati anak-anak mahasiswa asal Papua di Jalan Tebet Dalam Jakarta Selatan. Tidak hanya asrama mahasiswa putra, aparat juga menggeledah asrama mahasiswi asal Papua yang ada di Bali.
Tindakan penggeledahan yang tidak dibekali surat izin itu sangat disesalkan banyak pihak. Termasuk LSM Kontras yang mengecam keras tindakan pihak keamanan TNI-Polri yang dinilai berlebihan itu. “ Penggeledahan yang dilakukan, Kamis (10/11/11) malam itu tanpa mengunakan surat izin penggeledahan. Kita mengecam tindakan kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh aparat gabungan TNI-Polri di Asrama Mahasiswa Papua asal Kabupaten Paniai-Nabire,” ujar Kepala Divisi Politik, Hukum dan HAM Kontras Sri Suparyati, Minggu (13/11/2011).
Sri Suparyati sebagaimana diberitakan detik.com mengatakan, penggeledahan dilakukan sekitar pukul 22.00-23.00 WIB. Tanpa meminta izin, aparat keamanan masuk ke dalam asrama sambil mendobrak pintu dengan mengenakan seragam dan senjata lengkap. “ Tidak hanya di asrama Papua di Jakarta, aparat polisi juga melakukan penggeledahan di asrama putri Papua yang berada di Bali. Kejadian itu terjadi pada, Kamis (3/11/11) lalu. Seorang yang mengaku dari intel Polda Bali datang untuk meminta identitas penghuni asramanya,” papar Sri Suparyati.
Pihaknya meminta Panglima TNI dan Kapolri agar segera menghentikan tindakan kesewenang-wenangan dan ilegal berupa pemeriksaan, yang menimbulkan adanya ancaman, intimidasi dan teror. “ Perlu pemeriksaan terhadap para pimpinan pasukan dan anggota TNI-Polri yang telah melakukan penggeledahan di Asrama Mahasiswa Papua di Tebet dan Denpasar,” jelasnya.(*)