RiauPeople, Pemprov Riau meminta Pertamina mengawasi pendistribusian dan keterjaminan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) menjelang kenaikan harga yang direncanakan pada April mendatang. Sehingga kekhawatiran adanya gejolak yang bakal terjadi nantinya, bisa diantisipasi. Demikian dikatakan Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit kepada wartawan, Jumat (9/3) di kantornya.
Menurut Mambang, pentingnya ketersedian stok dan pendistribusian BBM tersebut agar tidak terjadi kepanikan di masyarakat. Apalagi masalah BBM tersebut sangat pundamental. “Tentu bagi Pertamina perlu melakukan pengawasan. Baik distribusinya mau pun keterjaminan stok,” harap Mambang. Karena, jika hal itu lambat diantisipasi dampak terhadap perekonomian yang lebih besar di Riau sangat mungkin terjadi. Akibatnya lonjakan harga kebutuhan pokok bisa diatas ketentuan yang berlaku. Sebab pada prinsipnya yang namanya harga pasar itu, sangat bergantung ada situasi yang terjadi.
Selain itu, Mambang juga meminta kepada Pertamina untuk lebih mengintensipkan koordinasi dengan pihak terkait lainnya. Seperti Disperindag provinsi dan kabupaten kota serta kepolisian. Dua lembaga pemerintah ini diharapkan turut mengawasi pendistribusian BBM, baik di SPBU mau pun agen-agen minyak. Sehingga jika terjadi kecurangan, bisa segera ditindak. “Kalau memang ada penyalur yang nakal termasuk antrian jerigen dalam jumlah banyak perlu diawasi saya kira,” ujar Mambang.
Berdasarkan pengalaman selama ini, selalu saja ada penimbunan ditingkat distributor dalam jumlah besar. Kondisi ini selalu saja dimanfaatkan untuk mencari keuntungan. Akibatnya tidak jarang beberapa hari menjelang kenaikan harga BBM, mulai menghilang di pasaran.
“Kalau masalah kenaikan itu wajar, itukan kebijakan pusat. Tugas Pertamina melakukan antisipasi itu seperti jangan sampai ada penimbunan,” terang Mambang.
Ketika ditanya apakah Pemprov terlebih dahulu memanggil Pertamina sebelum kenaikan BBM tersebut. Mambang mengaku belum mengagendakannya. Namun Pertamina sendiri bersama Disperindag diharapkan sudah bisa mengantisipasinya seperti berita dari riauonline. Sementara untuk Disperindag diminta mempersiapkan operasi pasar jika sewaktu-waktu terjadi gejolak harga. Diharapkan melalui operasi pasar tersebut dapat menstabilkan harga nantinya.