JAKARTA – Dwisiswati melalui kuasa hukumnya Chris Butar Butar & Partners menyampaikan permohonan maaf sekaligus menganggap selesai seluruh persoalan hukum dengan Gubernur Riau.
Dalam surat pernyataan tertanggal 5 September 2014 yang ditembuskan ke Bareskrim Mabes Polri, Kapolda Riau dan Gubernur Riau itu, Dwisiswati melalui kuasa hukumnya Christofel, SH, MH menyebutkan persoalan yang terjadi semata-mata hanya karena kesalahpahaman antara dirinya dengan Gubernur Riau. Pihaknya menegaskan tidak akan melakukan tuntutan hukum apapun dikemudian hari, baik secara pidana maupun perdata.
Dwisiswati, ibu rumah tangga yang beralamat di Perumahan Villa Ilhami Blok E 1 Nomor 31 RT 04/010 Kelurahan Pemunggangan Barat Kecamatan Cibodas, Karawaci, Tangerang Banten itu dalam surat pernyataan bermaterai 6000 memohon maaf kepada Gubernur Riau atas tindakan pihak-pihak yang memanfaatkan situasi sehingga telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat Riau khususnya kepada Gubernur Riau.
Sebelumnya Dwisiswati melalui kuasa hukumnya berencana akan melaporkan kasus pelecehan yang dilakukan AM kepada pihak Kepolisian. Kepastian ini diungkapkan Kuasa Hukum Dwi, yakni Christofel Butarbutar dari kantor Advokat/pengacara Chris Butarbutar & Partners di Jakarta, Senin (11/8/14).
Pihaknya mengaku sudah mengirim surat undangan kepada AM terkait adanya dugaan pelecehan tersebut. Namun, sampai panggilan ketiga sama sekali tidak ada tanggapan. ” Sebelumnya kita sudah mengirim utusan ke pihak yang bersangkutan, namun sampai saat ini tidak ada tindaklanjut,” kata Chris Butarbutar saat itu.
Chris mengatakan, dengan tidak adanya respon atau tanggapan dari pihak AM, maka dalam waktu dekat pihaknya selaku kuasa hukum Dwi akan melaporkan kasus dugaan pencabulan oleh pejabat tinggi di Provinsi Riau tersebut ke Kepolisian. ” Rencana dalam dua atau tiga hari ini, kami akan mengajukan laporan ke kepolisian melihat tidak adanya tanggapan dari yang bersangkutan,” terangnya.
Sebelum langkah hukum benar-benar dilakukan, dari kantor pengacara yang sama tiba-tiba keluar surat pernyataan permintaan maaf dari Dwisiswati kepada Gubernur Riau. Permintaan maaf itu terkesan sedikit janggal karena sebelumnya Dwisiswati justru mengaku sebagai korban pencabulan.(rls/sal)