” Dana Rp10 miliar sudah bisa digunakan, kita akan mengirim surat ke pusat besok untuk menyatakan status Riau sudah KLB,”
H Annas Maamun
Gubernur Riau
PEKANBARU – Gubernur Riau, H Annas Maamun hari ini akan mengirim surat ke Badan Nasional Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat terkait parahnya dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Riau. Saat ini musibah yang terjadi termasuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah tujuh kabupaten/kota di Riau menetapkan tanggap darurat.
Ketujuh kabupaten/kota tersebut antara lain Bengkalis, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, Meranti dan Dumai. ” Sudah KLB, karena tujuh kabupaten/kota sudah menyatak darurat, besok kita kirim surat ke pusat dan minta bantuan,” kata Gubernur Riau, H Annas Maamun, Selasa (25/2/2014).
Dengan kondisi tersebut, anggaran tanggap darurat Riau sebesar Rp10 miliar sebagaimana diberitakan goriau juga sudah bisa dipakai. Bantuan yang disampaikan Pemprov Riau berupa dana dan helikopter atau pesawat. ” Dana Rp10 miliar sudah bisa digunakan, kita akan mengirim surat ke pusat besok untuk menyatakan status Riau sudah KLB,” kata mantan Bupati Rokan Hilir ini.
Annas berharap, meski pun pusat tidak bisa membantu Riau dalam anggaran, namun minimal helikopter atau pesawat bisa didatangkan. Karena tujuan utamanya adalah memadamkan api.
Selain berharap bantuan pusat, kini sebanyak 257 perusahaan di Riau sudah menyatakan komitmennya untuk mendukung dan membantu dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Riau. Bahkan perusahaan tersebut akan menyumbang baik dana maupun peralatan. Komitmen ini tertuang setelah Gubernur Riau, H Annas Maamun melakukan pertemuan dengan beberapa perusahaan di Kantor Gubernu Riau, Selasa (25/2/2014). ” Mulai sore ini semua perusahaan tersebut akan bergerak. Mereka komit untuk membantu bencana karhutla di Riau. Bantuannya juga termasuk dana dan peralatan,” kata Annas usai pertemuan.
Langkah lainnya yang dilakukan Gubri, H Annas Maamun yakni membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang diisi tim keamanan dari Danrem, Polda dan Satpol PP Provinsi Riau. Tim tersebut sudah diturunkan ke lokasi sejak Minggu (23/2/2014) lalu.
Sebagai upaya pendukung, Pemprov Riau juga menunjuk dan menempatkan lima tenaga relawan di setiap desa untuk tanggap meminimalisir meluasnya kebakaran di lokasi. Pemerintah akan memberikan honor kepada tenaga atau petugas yang ditunjuk untuk antisipasi cepat karhutla di lapangan. Ada pun besaran yang akan diterima mereka yakni sebesar Rp300 ribu per bulannya ” Mereka siap tanggap, terutama untuk api-api yang relatif masih bisa ditangani. Ada atau tidaknya kebakaran, mereka tetap akan dibayar Rp300 ribu per bulan,” kata Annas.
Menurut Gubri, keberadaan lima petugas yang ditempatkan di setiap desa sangat bermanfaat bagi kondisi saat ini. Pertama tentu saja sebagai antisipasi kecil agar karhutla yang terjadi semakin luas. Selain itu, mereka akan bertindak sebagai informan yang secara update akan memberikan informasi tentang kondisi terbaru di lapangan. ” Mereka juga akan dibekali peralatan nantinya,” tandas Annas.
Pemerintah Provinsi Riau juga menjamin untuk menggratiskan biaya kesehatan sebanyak 21 ribu jiwa penderita infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) dan penyakit lainnya yang disebabkan tercemarnya udara akibat kabut asap. ” Kami sudah menginstruksikan agar pasien penderita penyakit dampak kabut asap ini tidak dikenakan biaya ketika berobat di puskesmas maupun rumah sakit umum,” kata Kepala Dinkes Riau, Zainal Arifin kepada pers di Pekanbaru, Selasa (25/2/2014).
Menurut dia, hal itu dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat. “Jadi tidak perlu khawatir, masyarakat yang terkena dampak penyakit yang disebabkan kabut asap wajib mendapatkan layanan kesehatan gratis,” katanya.
Zainal mengatakan, untuk stok obat-obatan juga masih mencukupi dan telah didistribusikan ke sejumlah daerah kabupaten/kota. Begitu juga dengan masker, dimana 100 ribu lembar bantuan dari Kementerian Kesehatan juga telah sampai di Dinkes Riau. “Pendistribusiannya (masker) akan melalui dinas kesehatan di masing-masing kabupaten/kota yang kemudian membaikannya ke masyarakat lewat puskesmas,” katanya.
Dinkes Riau mencatat hingga 24 Februari 2014, total penderita Ispa di daerah ini sudah mencapai 21 ribu jiwa. “Angka ini menunjukkan peningkatan pada hari sebelumnya yang baru ada sekitar 20 ribu jiwa,” kata Zainal Arifin.
Ia mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak kabut asap bagi kesehatan dengan cara mengurangi aktivitas di luar rumah atau gedung. “Gunakan masker saat berpergian baik berjalan kaki maupun berkendara sepeda motor,” katanya.(*)