*Dikabarkan Perang Dingin dengan Walikota
DUMAI – Kalah bertarung pada ajang Suksesi Pilgubri lalu, tidak membuat karier politik H Agus Widayat tamat. Apalagi syahwat politiknya yang menggebu beberapa waktu lalu saat menyatakan maju sebagai Calon Wakil Gubernur Riau, tidak sedikitpun berdampak terhadap jabatan yang disandangnya.
Usai cuti selama masa kampanye, baik pada putaran pertama maupun kedua, suami anggota DPRD Kota Dumai, Hj Onny Chairunnisa tersebut kembali melaksanakan tugas sebagai Wakil Walikota Dumai. Begitu juga ketika pleno KPU Riau memutuskan pasangan Annas Maamun-Arsyajuliandi Rahman sebagai peraih suara terbanyak, Agus Widayat sepertinya juga tidak terlalu “terhenyak”. “ Menang jadi Wakil Gubernur Riau, kalah tetap menjadi Wakil Walikota Dumai. Beda halnya jika aturan memerintahkan kandidat mundur dari jabatannya, mungkin bisa stress juga,” ujar pengamat politik Adrian Hadi melalui telepon selulernya.
Hanya saja kendati tanpa resiko politik, kembalinya Agus Widayat melaksanakan tugas sebagai Wakil Walikota Dumai juga tidak luput dari beragam sorotan. Diantara terkait makin “memburuknya” hubungan Agus Widayat dengan Walikota Dumai H Khairul Anwar pada masa-masa Pilgubri lalu.
Hal itu dikhawatirkan dapat berpengaruh terhadap terganggunya pelaksanaan program pembangunan daerah. Apalagi “perang dingin” tersebut sudah tidak menjadi rahasia lagi di tengah masyarakat. “ Beliau (Agus Widayat) pernah mengeluarkan statemen melalui media bahwa telah didzalimi oleh Walikota Dumai. Artinya, gesekan antara pasangan pemimpin daerah itu memang terjadi. Kalau kondisi ini terus dipelihara, dampaknya bisa mengganggu pembangunan yang ada,” ungkap Ahmad Bakri.
Menurut Ahmad Bakri, perseteruan yang terjadi antara kepala daerah dan wakilnya akan menciptakan kondisi yang tidak sehat. Selain itu juga sangat tidak menguntungkan bagi pembangunan suatu daerah. Pasalnya, energi para pemimpin yang semestinya digunakan untuk mempercepat proses pembangunan akan lebih banyak terkuras untuk memikirkan langkah politik rivalnya.” Kalau kondisi pemimpinnya nya sudah tidak sehat (berseteru) yang rugi itu ya masyarakat. Tanpa harus menyudutkan salah satu pihak, saya pikir nawaitu mereka perlu diluruskan kembali,” himbau Ahmad Bakri.
Sementara praktisi media, Syafrizal Jambak saat dihubungi menegaskan tidak ada yang salah dengan majunya Agus Widayat sebagai Calon Wakil Gubernur Riau pada Pilgubri lalu. Itu bagian dari hak politiknya yang dilindungi oleh undang-undang. Menyangkut gesekan yang mungkin terjadi dengan Walikota Dumai saat Pilgubri, itu juga bukan hal yang harus dibesar-besarkan. “ Rasa kecewa itu sangat manusiawi sekali, dan saya pikir hal yang biasa saja terjadi. Menurut saya itu cuma sebatas dinamika yang terjadi selama proses Pilgubri. Apalagi dalam politik, tidak ada kawan maupun lawan yang abadi,” ungkapnya.(isa)