Gebrakan pembangunan yang dilakukan Pemkab Rokan Hilir dibawah kepemimpinan Bupati H Annas Maamun dan Wakil Bupati Suyatno membuat banyak orang melongo. Perkembangan daerah yang dulunya berjalan lambat, kini berkembang dan melesat cepat.
KABUPATEN Rokan Hilir di usianya yang ke 13 tahun makin maju dan pembangunan terus tumbuh bak jamur di musim hujan. Diusianya yang tak lagi muda, H Annas Maamun melalui “tangan dinginnya” mampu mengubah wajah negeri yang kini berjuluk Seribu Kubah.
Pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir di bawah kepemimpinan H Annas Maamun tak hanya di tingkat kabupaten, namun juga sampai jauh hingga pelosok desa. Wajar, melihat Rokan Hilir kini banyak yang berdecak kagum. Apalagi saat berada di Kawasan Batu Anam yang disulap menjadi areal perkantoran.
Wakil Bupati, H Suyatno Amp belum lama ini mengatakan, banyak pihak yang mengatakan kalau areal perkantoran batu enam sangat pesat pembangunannya. Hal itu menurutnya tak dapat dipungkiri karena banyaknya gedung-gedung baru sebagai bukti. Pembangunan itu sendiri bukan sebatas untuk menghabiskan anggaran. Namun bertujuan untuk lebih meningkatkan pelayanan. “ Pemerintah tidak asal bangun, kita tetap menjadikan azas manfaat sebagai prioritas. Pembangunan yang kita lakukan di Kawasan Batu Anam bukan untuk gagah-gagahan, tapi dalam kerangka peningkatan pelayanan. Dengan adanya kawasan perkantoran, masyarakat akan sangat diuntungkan,” ungkap H Suyatno.
Pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemkab Rohil selama ini tidak hanya terfokus di tingkat ibu kota kabupaten saja. Akan tetapi juga dilaksanakan hingga tingkat kecamatan dan kepenghuluan. Seperti pembangunan kantor camat, masjid raya, puskesmas, kantor penghulu serta berbagai sarana lainya. “ Kalau hari ini banyak yang memuji, saya rasa itu lumrah sekali. Namun untuk catatan, tujuan kita membangun bukan untuk mengejar pujian, tapi bagaimana meningkatkan pelayanan,” tekannya sekali lagi.
Kembali ke Kawasan Batu Anam, sebutan “batu” di Rohil merupakan satuan ukuran jarak yang lazim dipergunakan oleh orang Melayu, di mana ukuran sebenarnya setara dengan ukuran mil/pal (1,5 – 1,6 km). Khusus dalam konteks Kawasan Batu Enam Bagansiapiapi ini, satuan batu di sini ukurannya kurang lebih setara 1 kilometer. Jadi Kawasan Batu Enam Bagansiapiapi merupakan suatu kawasan yang terletak kurang lebih 6 kilometer dari pusat kota lama Bagansiapiapi.
Kawasan Batu Enam Bagansiapiapi dibangun dan dikembangkan oleh Bupati Rokan Hilir, H. Annas Ma’mun untuk menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Rokan Hilir dan pusat bisnis perdagangan. Kawasan Batu Enam ini mulai dibangun secara bertahap sejak tahun 2008. Di Kawasan Batu Enam Bagansiapiapi terdapat Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, Gedung Purna MTQ dan beberapa museum di antaranya Museum Sejarah Rokan Hilir, Museum Muslim, Museum Tionghoa, dan Museum Ikan. Di samping itu, bundaran Tugu Ikan juga bisa ditemukan di Kawasan Batu Enam ini yang menjadi jalur utama lalu lintas masuk dan keluar kota Bagansiapiapi.
Di tepian Sungai Rokan, tidak jauh dari Kawasan Batu Enam, juga telah dibangun Taman Wisata Budaya dan Water Boom. Patung Dewi Kwan Im dari material kuningan dengan tinggi mencapai puluhan meter direncanakan akan berdiri menghiasi tepian Sungai Rokan dengan posisi menghadap ke arah laut. Patung Dewi Kwan Im, meski belum berada di Bagansiapiapi, merupakan hasil sumbangan dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Patung Dewi Kwan Im akan menjadi simbol keharmonisan kerukunan umat beragama di Bagansiapiapi khususnya dan Rokan Hilir umumnya. Selain itu, keberadaan Patung Dewi Kwan Im dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk meningkatkan sektor pariwisata di negeri berjuluk “Negeri Seribu Kubah” ini.
Di samping itu, sejumlah proyek prestisius akan dibangun Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir di Kawasan Batu Enam Bagansiapiapi, di antaranya Gedung Pramuka, Taman Pemuda, Kantor Bupati Rokan Hilir, Kantor DPRD Rokan Hilir, rumah dinas serta sejumlah proyek lainnya, termasuk penyediaan lahan 10 Ha untuk Sekolah Polisi Negara (SPN) dan lahan 4 Ha untuk Markas Pol Air Riau.(*)