Perjalanan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh ketahanan dan kedaulatan pangannya. Bila pangannya lemah, maka lemah pulalah kehidupan bangsa tersebut. Sebaliknya, bila kuat pangannya maka akan kuat pula kehidupan bangsa tersebut.
PENTINGNYA peranan pangan dalam pembangunan maupun peradaban menjadi perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Bupati H Annas Maamun dan Wakil Bupati H Suyatno tidak pernah berhenti melakukan inovasi. Targetnya yakni menciptakan managemen pangan guna mendukung pembangunan. “Riau dan khususnya Rokan Hilir memiliki sumber daya alam yang kaya dan sumber pangan yang besar. Tidak sepantasnyalah masuk ke dalam daerah yang lemah pangannya, karena kita memiliki tanah yang begitu subur dan kaya jika dikelola dengan sungguh-sungguh demi kepentingan bersama dan berkelanjutan,” ungkap Bupati Rokan Hilir, H Annas Maamun.
Menurut H Annas Maamun, tidak sedikit Negara dan peradaban suatu bangsa hancur ataupun tampil menjadi bangsa yang kuat karena peran dan manajemen pangannya. Untuk itu dibutuhkan semangat memulai mengedepankan program pembangunan pertanian yang tepat sasaran dan mampu mengatasi kerawanan-kerawanan dimasa mendatang. “ Semua lapisan masyarakat dan pemerintah bertanggungjawab terhadap kemajuan pembangunan pertanian agar mampu menghasilkan produksi yang optimal dan kokoh dalam menyangga sendi-sendi kehidupan bangsa dengan pemenuhan pangan actual,” ungkap H Annas Maamun.
Menurut Bupati Rokan Hilir ini, hal yang terpenting adalah bagaimana mengelola bidang pertanian menjadi bidang yang mampu diolah menjadi sumber energi yang optimal dalam pemenuhan hajat hidup orang banyak. Salah satunya memberikan dukungan terhadap teknologi pertanian yang baik serta pembangunan infrastruktur yang menunjang produktivitas pertanian.
Dari sekian banyak daerah yang ada di Kabupaten Rokan Hilir saat ini, Kepenghuluan Rajabejamu ternyata termasuk salah satu daerah sentra produksi bagi wilayah Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rohil. Kepenghuluan Rajabejamu tersebut sangat berpotensi di sektor pertanian tanaman pangan maupun peternakan. “ Berkaitan dengan itu, diharapkan semua daerah sentra sangat perlu untuk diperhatikan oleh instansi terkait,” jelas Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Rohil Drs H Surya Arfan MSi belum lama ini.
Potensi daerah sentra produksi itu, tambah Surya Arfan, bisa dikembangkan mengikuti program lain. Di antaranya bisa mengikuti program rumah pangan lestari (RPL) dan program kampung iklim (Proklim). Malahan, di Kabupaten Rohil ini ada lima daerah yang sudah diajukan untuk mengikuti penilaian Proklim itu. Yakni Kepenghuluan Bantaiyanbaru, Kecamatan Batuhampar, Kepenghuluan Pematangsikek dan Kepenghuluan Serembanjaya Kecamatan Rimbamelintang, Kepenghuluan Seimanasib dan UPT N12 Sungaimanasib Kecamatan Bangko.
Upaya pengoptimalan lahan sebagai kawasan pertanian sekaligus meminimalisir alih fungsi lahan yang marak belakangan ini. Misalnya sebagaimana alihfungsi lahan dari sektor pertanian tanaman pangan khususnya padi menjadi lahan komoditi lainnya yang terjadi di Kecamatan Batuhampar, Kabupaten Rohil.
Berkaitan dengan ini, Kecamatan Batuhampar mengajak dan mengimbau masyarakat terutama para petani untuk dapat mempertahankan keberadaan lahan pertanian tanaman pangan tersebut. Pihak Kecamatan Batuhampar menurutnya tidak memiliki kewenangan untuk melarang dan mencegah masyarakat yang mau melakukan alihfungsi lahan dari sektor pertanian tanaman pangan menjadi lahan komoditi lainnya seperti kelapa sawit. “ Kita hanya bisa menghimbau masyarakat agar mereka tidak mengalihfungsikan lahan pertanian tanaman pangannya,” ujar Plt Camat Batuhampar Muzakar beberapa waktu lalu.(isa)
.
|