ROHIL – Luas lahan pertanian tanaman pangan di Kecamatan Batuhampar tercatat mencapai sekitar 345 hektare dengan rata-rata produksi mencapai 3,5 hektare. Jenis padi yang ditanam sebagian besar berupa chiherang. Sedangkan, permasalahan yang sedang dihadapi sebagian besar masih menyangkut masalah irigasi pengairan.
Permasalahannya masih menerapkan sistem tadah hujan. Alhasil, kegiatan pertanian di Kecamatan Batuhampar hanya dapat dilakukan satu kali dalam setahun. Guna menjawab permasalahan tersebut, Kecamatan Batuhampar mencoba memanfaatkan potensi yang ada. Salah satunya memanfaatkan dan mengoptimalkan lahan-lahan tidur untuk kegiatan pertanian. Alhasil, hampir semua lahan-lahan yang tertidur di sejumlah daerah telah dioptimalkan menjadi lahan pertanian tanaman pangan.
Melalui berbagai perogram dan kegiatan usaha tani yang telah dilakukan, maka secara bertahap umumnya telah terjadi peningkatan luas lahan dan produksi dari berbagai komoditas. Pembangunan sektor pertanian diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan yaitu beras, palawija, dan holtikultura.
Peningkatan produksi perkebunan lainya melalui intefikasi, ekstensifikasi dan rehabilitasi tanaman pangan. Pada tahun 2012 luas lahan di Kabupatan Rokan Hilir tercatat 888.159 ha. Lahan yang digunakan untuk pekarangan 106.493 ha ( 11,995), tegal/kebun/ladang HUMA 57.245 ha (6,45%), kolam/tebat/empang 146 ha (0,02%), Lahan untuk tanaman kayu-kayuan 21.361 ha (2,41%), perkebunan 324.297 ha (36,51%), sawah 55.695 ha (6,27%), rawa-rawa yang tidak diusahakan 132.436 ha ( 8,66%) digunakan untuk lain-lain.
Lebih dari 55 persen perekonomian Kabupaten Rokan Hilir bersumber dari sektor pertanian, sehingga pembangunan bidang ekonomi dititikberatkan pada sektor pertanian guna mendorong dan menopang sektor industri dan sektor perdagangan serta sektor-sektor lainnya.
Pembangunan sektor pertanian diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan yaitu beras, palawija dan hortikultura. Peningkatan produksi perkebunan lainnya melalui intensifikasi, ekstensifikasi dan rehabilitasi tanaman perkebunan. Pada tahun 2008 luas lahan di Kabupaten Rokan Hilir tercatat 888.159 ha. Lahan yang digunakan untuk hutan negara 92.370 ha (10,40 persen), perkebunan 382.655 ha (43,08 persen), tegal /kebun/ladang/huma 57.626 ha (6,45 persen), pekarangan/lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya 19.697 ha (2,22 persen), rawa-rawa yang tidak diusahakan 50.929 (5,73 persen) tanaman kayu-kayuan 102.368 ha (11,53 persen), lahan yang sementara tidak diusahakan 22.196 ha (2,50 persen), sawah 62.659 ha (7,05 persen), padang rumput 197 ha (0,02 persen), kolam/empang seluas 110 ha (0,01 persen) dan sisanya seluas 97.714 ha (11 persen) digunakan untuk lain-lain.
Selama periode 2008 luas panen tanaman padi adalah 43.144 hektar (ha), yang terdiri dari padi sawah 43.104 ha dan padi ladang 40 ha.
Sedangkan produksinya 147.696 ton yang terdiri dari padi sawah 146.533 ton dan padi ladang 1.163 ton. Sedangkan luas panen tanaman pangan lainnya hanya 3,10 persen dari total luas panen tanaman pangan yaitu 46.249 ha dengan produksi 154.266 ton. Luas panen tanaman sayur sayuran adalah 706 ha dengan produksi 38.383 ton, sedangkan produksi tanaman buah-buahan sebesar 3,126,8 ton.
Pembangunan sector pertanian diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan yaitu, beras, palawija, dan horticultural. Peningkatan produksi perkebuanan lainnya melalui intensifikasi, ekstensifikasi dan rehabilitasi lahan perkebunan. (Sumber : Rokan Hilir Dalam Angka 2010, hal 117 ).
Sejalan dengan semangat membangun ketahanan pangan, pencapaian-pencapaian yang ditorehkan menjadi pemacu semangat untuk menghasilkan yang lebih baik kedepan. Hal itu dengan tidak melupakan pembangunan lahan perkebunan beragam komoditi lainnya.
Pada tahun 2012 luas lahan perkebunan adalah 280.473.70 ha dengan produksi 692.040.57 ton, yang terdiri dari 26.065,18 ton karet, 5.834,00 ton kelapa, 659.924,00 ton kelapa sawit, 3,99 ton kopi, 124,60 ton cokelat, dan 88,00 ton pinang.
Perkebunan mempunyai kedudukan yang penting di dalam pengembangan pertanian baik di tingkat nasional maupun regional. Tanaman perkebunan yang merupakan tanaman perdagangan yang cukup potensial di daerah ini ialah kelapa sawit, karet dan kelapa.
Pada tahun 2008 luas areal perkebunan adalah 240.849 ha dengan produksi 4.380.834,05 ton, yang terdiri dari 4.273.223 ton kelapa sawit, 84.712,30 ton karet, 22.858,30 ton kelapa, 1,20 ton kopi an 39,25 ton kakao.(isa)