Kabupaten Rokan Hilir adalah sebuah kabupaten di Provinsi Riau, Indonesia. Ibukotanya terletak di Bagansiapiapi, kota terbesar, bersejarah, dan pernah dikenal sebagai penghasil ikan terbesar di Indonesia. Pusat pemerintahan kabupaten berada di tengah-tengah kota, tepatnya di jalan Merdeka No 58.
Kabupaten ini mempunyai luas sebesar 8.941 km² dan penduduk sejumlah 349.771 jiwa. Rokan Hilir terbagi kepada 14 kecamatan dan 83 desa.
Ke 14 kecamatan tersebut adalah:
1. Kecamatan Bangko
2. Kecamatan Sinaboi
3. Kecamatan Rimba Melintang
4. Kecamatan Bangko Pusako
5. Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan
6. Kecamatan Tanah Putih
7. Kecamatan Kubu
8. Kecamatan Bagan Sinembah
9. Kecamatan Pujud
10. Kecamatan Simpang Kanan
11. Kecamatan Pasir Limau Kapas
12. Kecamatan Batu Hampar
13. Kecamatan Rantau Kopar
14. Kecamatan Pekaitan
Sejarah Rokan Hilir:
Rokan Hilir dibentuk dari tiga kenegerian, yaitu negeri Kubu, Bangko dan Tanah Putih. Negeri-negeri tersebut dipimpin oleh seorang Kepala Negeri yang bertanggung jawab kepada Sultan Siak. Distrik pertama didirikan Hindia Belanda di Tanah Putih pada saat menduduki daerah ini pada tahun 1890. Setelah Bagansiapiapi yang dibuka oleh pemukim-pemukim Tionghoa berkembang pesat, Belanda memindahkan pemerintahan kontrolir-nya ke kota ini pada tahun 1901.
Bagansiapiapi semakin berkembang setelah Belanda membangun pelabuhan modern dan terlengkap untuk mengimbangi pelabuhan lainnya di Selat Malaka hingga Perang Dunia I usai. Setelah kemerdekaan Indonesia, Rokan Hilir digabungkan ke dalam Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.
Bekas wilayah Kewedanaan Bagansiapiapi yang terdiri dari Kecamatan Tanah Putih, Kubu dan Bangko serta Kecamatan Rimba Melintang dan Kecamatan Bagan Sinembah kemudian pada tanggal 4 Oktober 1999 ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai kabupaten baru di Provinsi Riau sesuai dengan Undang-Undang Nomor 53 tahun 1999 dengan ibukota Bagansiapiapi.
Selian itu, Kabupaten Rokan Hilir memiliki sumber daya alam yang berlimpah dan laju perkembangan pembangunan dirasakan sangat pesat disegala bidang. Dengan munculnya web site Kabupaten Rokan Hilir, disamping sebagai implementasi bidang teknologi, diharapkan juga mampu menjadi media informasi yang memuat hal-hal penting tentang keberadaan Kabupaten ini sebagai konsumsi regional maupun internasional.
Salah satu tujuan dibukanya website ini, mampu menjadi gerbang informasi bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di Kabupaten Rokan Hilir. Akhir kata, kami meminta restu dan dukungan dari segenap pihak dalam menyukseskan pembangunan Kabupaten Rokan Hilir sehingga berkembang dan maju disegala sektor dengan semangat otonomi daerah.
Pariwisata
Sebagai Kabupaten baru yang masih terus berbenah, pembangunan di bidang kepariwisataan di Kabupaten Rokan Hilir terus ditingkatkan, walaupun arus kunjungan wisatawan ke daerah ini belum signifikan jumlahnya. Untuk itu pemerintah daerah terus mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung seperti perencanaan dan pengembangan pelabuhan laut Bagansiapiapi, Panipahan dan Sinaboi yang dipersiapkan sebagai pintu gerbang pendaratan penumpang antar pulau dan antar negara yang menghubungi pelabuhan-pelabuhan laut terdekat di negara tetangga Malaysia seperti Port Klang dan Port Dikson, dan lain sebagainya.
Beberapa kota dan tempat-tempat menarik di Kabupaten Rokan Hilir terus berbenah untuk dijadikan tujuan yang menarik bagi wisatawan seperti kota nelayan Panipahan, Pulau Halang dan Sinaboi serta Bandar lama Bagansiapiapi. Adapula kota-kota dengan latar belakang agrowisata seperti Bagan Batu, Pujud dan Sedinginan. Kubu dan Tanah Putih menyuguhkan unsure budaya sebagai ciri wilayahnya. Selain itu situs peninggalan sejarah serta tempat-tempat lainnya yang dapat dikunjungi adalah wisata bahari di Pulau Jemur. Daerah ini menyuguhkan keindahan pantai, taman laut serta habitat penyu langka, objek wisata alam Danau Laut Napangga dengan habitat ikan Arwana serta komunitas suku aslinya.
Untuk wisata petualangan, beberapa lokasi menjanjikan nuansa tersendiri bagi pengunjung, seperti menyaksikan dan bermain dengan atraksi alam gelombang bono di sungai Rokan, menyusuri pedalaman hutan tropis Kabupaten Rokan Hilir, melihat habitat buaya di Pedamaran dan lain sebagainya. Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir meyakini adanya keikutsertaan pihak swsta menggeluti sektor ini, bisnis kepariwisataan di Kabupaten Rokan Hilir akan maju dan dapat menjadi salah satu sektor primadona di kemudian hari.
Berbagai Objek Wisata di Rokan Hilir:
PULAU JEMUR
DESA RANTAU BAIS
PULAU TILAN
DANAU NAPANGGA
UPACARA BAKAR TONGKANG
BONO SUNGAI ROKAN
Pulau Jemur:
Pulau Jemur terletak lebih kurang 45 mil dari Ibukota Kabupaten Rokan Hilir Bagansiapiapi, dan 45 mil dari Negara Tetangga yakni, Malaysia, dan Provinsi Sumatera Utara merupakan Provinsi yang terdekat dari Pulau Jemur. Pulau Jemur sebenarnya merupakan gugusan pulau-pulau yang terdiri dari beberapa buah pulau antara lain, Pulau Tekong Emas, Pulau Tekong Simbang, Pulau Labuhan Bilik serta pulau-pulau kecil Lainnya.
Pulau Jemur memiliki Pemandangan dan Panorama alam yang indah, selain itu Pulau Jemur ini amat kaya dengan hasil lautnya, di samping iti Pulau Jemur dihuni oleh Spesies Penyu, dimana pada musim tertentu penyu-penyu itu naik ke pantai untuk bertelur satwa langka ini dapat bertelur sebanyak 100 sampai 150 butir setiap ekornya.
Selain itu Pulau Jemur juga terdapat beberapa potensi wisata lain diantaranya adalah Goa Jepang, Menara Suar, bekas tapak kaki manusia, perigi tulang, sisa-sisa pertahanan Jepang, batu Panglima Layar, Taman Laut, dan pantai berpasir kuning emas.
Bila dilihat dari potensi, letak dan posisi Pulau Jemur sangat cocok di kembangkan menjadi kawasan Resort, dimana berbagai kegiatan wisata sangat banyak untuk dapat dikembangkan di Pulau Jemur ini, diantaranya, berselancar, menyelam, dayung dan sebagainya.
Desa Rantau Bais:
Kampung yang termasuk dalam wilayah Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir ini memiliki rumah-rumah tua yang berasitekturkan melayu tradisional dengan mempunyai sekitar 400 KK, kampung Rantau Bais memiliki pepohonan yang rindang, daerahnya yang hijau tanpa disentuh berbagai macam bentuk polusi udara ditambah dengan anggukan pohon kelapa, membuat kita nyaman tinggal di kampung Rantau Bais.
Kampung yang berhadapan dengan Pulau Tilan ini, dibatasi oleh Sungai Rokan, kampung Rantau Bais mempunyai adat istiadat yang masih alami tanpa disentuh oleh budaya asing yang membuat kita untuk sejenak melamun seakan-akan kita berada pada zaman dahulu kala.
Dengan memiliki air sungai Rokan yang tenang, membuat berbagai bentuk kegiatan masyarakat kampung Rantau Bais di sungai Rokan seperti tidak ada putusnya, ada yang mandi, menjala ikan, menjaring ikan, berenang, mencuci dan lain-lainnya.
Yang menjadi nilai tambah bagi kampung Rantau Bais, ketika sore datang, kita dapat menikmati pemandangan alam di tepi sungai Rokan dengan berbagai macam ternak di seberang, maka berbagai macam permasalahan yang dihadapi untuk sejenak sepertinya terlupakan. Bila dilihat dari potensi yang ada, kampung Rantau Bais sangat cocok dijadikan menjadi kampung wisata, dengan dijadikannya kampung rantau Bais menjadi kampung wisata, maka bila orang mau melihat adat istiadat dan budaya masyarakat Kabupaten Rokan Hilir, maka cukuplah dating di Kampung Rantau Bais.
Pulau Tilan:
Dengan menempuh jarak + 20 km dari Ujung Tanjung Kecamatan Tanah Putih, atau bila perjalanan melalui Dumai, dengan menempuh Jarak sekitar 40 km, kita akan sampai di Desa Rantau Bais. Pulau Tilan terletak di seberang Desa Rantau Bais yang dibelah oleh sungai Rokan.
Bila ingin ke Pulau Tilan, kita harus memakai sampan sekitar memakan waktu 10 menit, maka kita akan sampai di bibir pantai Pulau Tilan.
Bibir pantainya yang putih, panorama alamnya yang indah merupakan potensi pariwisatayang sangat besar, yang menjadi catatan, antara Desa Rantau Bais dengan Pulau Tilan merupakan satu kesatuan yang tidak bias terpisahkan dalam pengembangan dan pembangunan Pariwisata.
Pulau Tilan mempunyai pantai yang sangat indah disepanjang aliran sungai Rokan dan sangat berpotensi untuk pengembangan wisata air, argo wisata, wisata alam, sepaerti : taman pancingan, bumi perkemahan, perkebunan, pengembalaan ternak dan lain sebagainya.
Danau Napangga:
Danau Napangga yang mempunyai luas sekitar 500 ha ini, memiliki pesona alam yang sangat indah, air danaunya yang tenang, membuat kita geram untuk menceburkan diri.
Lokasi danau Napangga ini terletak 70 km dari Ujung Tanjung di Kecamatan Tanah Putih. Tepatnya di hulu sungai Batang Kumuh desa Tanjung Medan berbatasan dengan Kabupaten Rokan Hulu dan Propinsi Sumatera Utara.
Danau Napangga memiliki keunikan tersendiri karena menurut legenda Danau ini merupakan tempat persinggahan Raja pada zaman dahulu dan danau ini terdapat sumber ikan arwana.
Jalan menuju lokasi Danau napangga hampir semua sudah diaspal, sehingga sangat memudahkan kita untuk datang ke Danau Napangga. Bila dilihat dari potensi yang ada, Danau Napangga ini sangat cocok dikembangkan menjadi kawasan wisata air, dengan dibangunnya kotek-kotek di bibir danau, bermacam-macam wisata air akan dapat dikembangkan di Danau Napangga ini, seperti mendayung, parasailing, sky air, memancing dan menyelam.
Upacara Bakar Tongkang:
Pada tanggal 16 bulan 5 penanggalan imlek, di Bagansiapiapi setiap tahunnya dilaksanakan upacara tradisional masyarakat keturunan Tiong Hoa yang disebut Go Ge Lak, atau yang lazim di kenal di kalangan masyarakat Melayu dengan upacara Bakar Tongkang. Upacara Bakar Tongkang ini adalah upacara pemujaan terhadap dewa laut atau dewa Kie Ong Ya yang menguasai lautan.
Dimana setiap tanggal 16 bulan 5 penanggalan imlek adalah merupakan hari ulang tahun dewa Kie Ong Ya, sehingga upacara itu disebut dengan Go Ge Cap Lak.
Orang-orang yang datang ke kota Bagansiapiapi pada acara berlangsung tidak hanya berasal dari desa-desa atau nelayan disekitar bagansiapiapi, melainkan juga datang dari kota-kota besar di Indonesia seperti Medan, Pekanbaru, Jakarta, Surabaya, dan lain sebagainya. Bahkan banyak pula yang datang dari manca Negara seperti Malaysia, Singapura, Hongkong, dan Taiwan.
Bila dilihat dari potensi yang ada, maka upacara bakar tongkang ini mempunyai potensi yang sangat besar, upacara bakar tongkang ini sangat cocok dikembangkan dan dikemas menjadi suatu event wisata andalan bagi Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir.
Bono Sungai Rokan:
Bono merupakan gelombang yang sangat besar, dengan menyatunya gelombang laut, kemudian gelombang tersebut menghempaskan ke muara sungai Rokan serta melintas menyisir bibir sungai Rokan.
Bila kita lihat, Bono mempunyai potensi yang amat besar, dengan menjadikan bono sebagai wisata Adventure, maka permainan dengan Bono merupakan spesialisasi wisata, bagi sebagian orang yang suka tantangan pasti memilih berwisata dengan Bono, karena Bono merupakan jenis wisata minat khusus.***
Visi & Misi
Visi Pembangunan Daerah
“TERWUJUDNYA ROKAN HILIR YANG MAJU DAN SEJAHTERA TAHUN 2011″
1.Maju Dan Sejahtera Diukur Melalui Indikator :
2.Tingkat Kemakmuran Yang Tercermin Pada Tingkat Pendapatan
3.Infastruktur Yang Maju
4.Tinggi Tingkat Pendidikan Penduduk
5.Derajat Kesehatan Masyarakat
6.Laju Pertumbuhan Penduduk Yang Kecil
7.Angka Harapan Hidup Yang Lebih Tinggi
8.Kualitas Pelayanan Sosial Yang lebih Baik
MISI PEMBANGUNAN DAERAH:
1.Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Melalui Pemberdayaan Ekomoni Kerakyatan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam.
2.Membangun Inprastuktur Untuk Meningkatkan Pelayanan Masyarakat Sektor Pertanian, Industri Dan Jasa.
3.Mewujudkan Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas Dan Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat.
4.Mewujudkan Pemerintahan Yang Handal, Bersih Dan Berwibawa.
5.Mewujudkan Masyarakat Yang Berbudaya Melayu Berlandaskan Iman dan Taqwa.
Sektor Pertanian:
Lebih dari 55 persen perekonomian Kabupaten Rokan Hilir bersumber dari sektor pertanian, sehingga pembangunan bidang ekonomi dititikberatkan pada sektor pertanian guna mendorong dan menopang sektor industri dan sektor perdagangan serta sektor-sektor lainnya.
Pembangunan sektor pertanian diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan yaitu beras, palawija dan hortikultura. Peningkatan produksi perkebunan lainnya melalui intensifikasi, ekstensifikasi dan rehabilitasi tanaman perkebunan.
Pada tahun 2008 luas lahan di Kabupaten Rokan Hilir tercatat 888.159 ha. Lahan yang digunakan untuk hutan negara 92.370 ha (10,40 persen), perkebunan 382.655 ha (43,08 persen), tegal /kebun/ladang/huma 57.626 ha (6,45 persen), pekarangan/lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya 19.697 ha (2,22 persen), rawa-rawa yang tidak diusahakan 50.929 (5,73 persen) tanaman kayu-kayuan 102.368 ha (11,53 persen), lahan yang sementara tidak diusahakan 22.196 ha (2,50 persen), sawah 62.659 ha (7,05 persen), padang rumput 197 ha (0,02 persen), kolam/empang seluas 110 ha (0,01 persen) dan sisanya seluas 97.714 ha (11 persen) digunakan untuk lain-lain.
Data statistik pertanian yang disajikan dalam bab ini dibagi dalam 5 subsektor yaitu:
– Pertanian Tanaman Pangan
– Perkebunan
– Peternakan
– Perikanan
– Kehutanan
Pertanian Tanaman Pangan:
Data tanaman pangan meliputi luas panen dan produksi tanaman bahan makanan, sayur-sayuran dan buah-buahan yang diperoleh dari Dinas Pertanian Kabupaten Rokan Hilir. Selama periode 2008 luas panen tanaman padi adalah 43.144 hektar (ha), yang terdiri dari padi sawah 43.104 ha dan padi ladang 40 ha.
Sedangkan produksinya 147.696 ton yang terdiri dari padi sawah 146.533 ton dan padi ladang 1.163 ton. Sedangkan luas panen tanaman pangan lainnya hanya 3,10 persen dari total luas panen tanaman pangan yaitu 46.249 ha dengan produksi 154.266 ton. Luas panen tanaman sayursayuran adalah 706 ha dengan produksi 38.383 ton, sedangkan produksi tanaman buah-buahan sebesar 3,126,8 ton.***
Sektor Kehutanan:
Hutan mempunyai peranan yang penting bagi stabilitas keadaan susunan tanah dan isinya. Luas Hutan di Kabupaten Rokan Hilir adalah 903.698 hektar. Bila dirinci menurut fungsinya seluas 86.466 ha (9,57 persen) merupakan hutan lindung, 7.153 ha (0,79 persen) hutan suaka alam, 220.628 ha (24,41 persen) hutan produksi, 589.451 ha (65,23 persen) kawasan perkebunan, pertanian, pariwisata, industri dan lain-lain.***
Sektor Perkebunan:
Perkebunan mempunyaimkedudukan yang penting di dalam pengembangan pertanian baik di tingkat nasional maupun regional. Tanaman perkebunan yang merupakan tanaman perdagangan yang cukup potensial di daerah ini ialah kelapa sawit, karet dan kelapa.
Pada tahun 2008 luas areal perkebunan adalah 240.849 ha dengan produksi 4.380.834,05 ton, yang terdiri dari 4.273.223 ton kelapa sawit, 84.712,30 ton karet, 22.858,30 ton kelapa, 1,20 ton kopi an 39,25 ton kakao.***
Sektor Produksi Perikanan:
Produksi perikanan di Kabupaten Rokan Hilir sebagian besar berasal dari perikanan laut. Data menunjukkan bahwa dari sejumlah 57.607,60 ton produksi ikan pada tahun 2008 sebanyak 57.539 ton atau 99,88 persen merupakan hasil perikanan laut dan perairan umum dan hanya 68,6 ton (0,12 persen) hasil dari perikanan budidaya. Bila dibandingkan dengan total produksi ikan pada tahun sebelumnya yang berjumlah 56.440,40 ton berarti produksi perikanan mengalami kenaikan sebanyak 2,03 persen.***
Industri, Energi dan Air Minum:
Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Rokan Hilir pada tahun 2007 terdapat 447 usaha industri, terdiri dari 172 unit (38,47 persen) industri hasil pertanian dan kehutanan, 200 unit (44,74 persen) usaha industri logam, mesin dan kimia, serta sisanya 75 unit (16,77 persen) usaha industri aneka. Banyaknya usaha industri di Kabupaten Rokan Hilir pada tahun 2007 mengalami penambahan sebesar 2,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Usaha hasil pertanian dan kehutanan adalah yang paling banyak terdapat di sembilan kecamatan. Sebagian besar usaha industri berada di Kecamatan Bangko dan Kecamatan Pasir Limau Kapas, masing-masing 61 usaha (35,46 persen) dan 48 usaha (27,90 persen). Di Kecamatan Kubu terdapat 28 usaha (16,27 persen), sedangkan untuk kecamatan lain jumlahnya antara 1 sampai 17 usaha.
Usaha industri aneka, berupa industri pakaian jadi, industri alas kaki dan industri jasa, reparasi dan lain-lain masing-masing berjumlah 47 usaha, 1 usaha dan 10 usaha.
Banyaknya tenaga erja yang ditampung industri logam, mesin dan kimia 545 orang 18,25persen), industri aneka 747 orang (25,01 persen), serta industri hasil pertanian dan kehutanan 1.694 orang (56,73 persen).Banyaknya seluruh tenaga kerja industri sejumlah 2.986 orang.
Dilihat dari penyebarannya, sebagian besar tenaga kerja industri terdapat di Kecamatan Bangko dengan 1.534 orang (51,37 persen), disusul Kecamatan Kubu 534 orang (17,88 persen). Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kecamatan Bagan Sinembah dan Kecamatan Rimba Melintang dengan jumlah tenaga kerja industri 284 orang (9,51 persen), 171 orang (5,72 persen) dan 140 orang (4,68 persen). Banyaknya tenaga kerja industri di Kecamatan lainnya hanya 323 orang (10,81 persen).***
Infrastruktur Kabupaten Rokan Hilir:
Perhubungan Darat:
Rokan Hilir dapat dicapai dari berbagai daerah, antara lain dari Sumatera Utara melalui jalan darat via Kota Pinang ke Bagan Batu dan dari Dumai serta Pekanbaru melalui Ujung Tanjung di Kecamatan Tanah Putih, dari Rokan Hulu dan Tapanuli Selatan melalui Tanjung Medan di Kec. Pembantu Pujud.
Perhubungan Air:
Melalui jalur tranportasi laut dapat dilakukan melalui garis pantai seperti untuk menuju beberapa kota di Rokan Hilir misalnya Panipahan, dapat dicapai dengan menggunakan kapal motor very penyeberangan regular dari Tanjung Balai Asahan dan Sungai Berombang (Sumatera Utera). Pelabuhan Sinaboy dan Pelabuhan Panipahan, setelah peresmiannya sebagai pelabuhan lintas batas, dapat melayani pelayaran dari dan ke luar negeri via 2 pelabuhan di Malaysia yaitu, Port Dickson dan Port Kelang.
Telekomunikasi
Dumai telah dilengkapi dengan telepon moderen/layanan telekomunikasi, termasuk telepon selular dan sambungan internet.
Beberapa Fasilitas Pendukung Lainnya.
Layaknya kota yang tumbuh dengan pesat, maka sektor Perbankan juga tumbuh dengan cepat. Beberapa Bank Swasta dan Bank Pemerintah tersedia di Dumai, seperti BNI, BRI, BPD Riau, Bank Mandiri, dan Danamon. Fasilitas kesehatan dikelola oleh Pemerintahan Daerah, Pertamina dan Caltex. Tidak tertinggal pula dengan fasilitas perhotelan yang mudah dijangkau.***
Peluang Potensi Investasi di Rokan Hilir:
Industri Kapal Kayu
Industri kapal kayu merupakan industri unggulan di Kabupaten Rokan Hilir yang berpusat di Kecamatan Bangko dan Kubu. Industri kapal kayu yang telah beroperasi sejak puluhan tahun yang lalu terdiri dari 29 perusahaan dengan kapasitas produksi 83 unit.
Tempat Penyimpanan Pendinginan Udang
Sehubungan dengan besarnya potensi perikanan khususnya Udang, oleh karena itu investasi tempat pendinginan Udang merupakan prospek yang cerah (sistem pendinginan fase terakhir). Sebuah perusahaan yang berinvestasi saat ini telah beroperasi pada kegiatan tempat penyimpanan Udang. Perusahaan ini mendapatkan Udang mentah hasil penangkapan yang dilakukan oleh perusahaan ini sendiri serta membeli dari hasil penangkapan nelayan dengan harga Rp. 45.000/kg, yaitu hasil dari penangkapan Sungai Nyamuk dan Sungai Bakau.
Perusahaan Kelapa Sawit
Kabupaten Rokan Hilir memiliki potensi besar pada sektor perkebunan khususnya di sektor komoditas Kelapa Sawit dengan luas lahan 148.758 Ha tersebar dibeberapa kecamatan antara lain Kecamatan Tanah Putih, Bagan Sinembah, Kubu dan Rimbo Melintang. Sementara jumlah produksinya adalah 441.840,36 ton.
Saat ini ada 8 (delapan) perusahaan yang tersedia namun belum cukup untuk menampung produksi yang besar, oleh karena itu dibutuhkan banyak perusahaan Sawit untuk dikembangkan.
Industri Kayu
Sebagai daerah yang memiliki hutan yang luas, Kabupaten Rokan Hilir memiliki peluang investasi pada sektor pengolahan kayu, dibeberapa daerah Rokan Hilir seperti Kecamatan Bangko, Rimba Melintang, Tanah Putih, Bagan Sinembah dan Kubu.
Baru-baru ini banyak perusahaan proses kayu yang telah beroperasi, termasuk Industri Plywood yang berada di Kecamatan Tanah Putih.
Sarang Walet
Investasi yang cukup berkembang di kabupaten ini khususnya di Kecamatan Bangko adalah sarang Walet. Baru-baru ini ada 40 pengusaha dan hanya 20 pengusaha yang memiliki masa panen 4 kali satu bulan. Setiap kali panen menghasilkan 2 kg dengan harga jual US Singapura 5.500/kg. Jika ditukarkan ke Rupiah maka harganya adalah Rp. 34.309.000/kg.
Rencana pembangunan prioritas lainnya antara lain:
1.Pembangunan infrastruktur
2.Pemberantasan kemiskinan
3.Pengembangan sektor perikanan
4.Meningkatkan pertumbuhan investasi dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam
5.Pengembangan industri pengolahan karet (Crumb Rubber)
6.Pembangunan Industri Hilir CPO.
7.Pembangunan Pengolahan Industri Crumb Rubber.
8.Prioritas pembangunan lainnya juga difokuskan pada program sebagai berikut:
9.Pembanunan Infrastruktur
10.Pemberantasan Kemiskinan
11.Meningkatkan Pertumbuhan Investasi dalam rangka Mengoptimalkan Pemanfaatan Sumber Daya Alam
12.Mengembangkan Produksi Kebutuhan Pokok.***
Narasis: Berbagai Sumber.
Facebook Comments
Berita Riau >> "Profile" lainnya.
- PEMBERITAHUAN
- Khairul Anwar: Biar Masyarakat yang Menilainya
- Walikota Dumai: Pengabdian Butuh Kesabaran
- Puswil Riau Miliki 435 Ribu Buku
- Hefrina Wati Nahkodahi HIPMI Dumai 2012-2015
- Tunggangi Motor, Bupati Yopi Serap Aspirasi
- Fenomena Mutasi Jabatan di Indonesia
- Sehelai Sarung
- Membangun Dumai untuk Masyarakat
- Gunakan Hati Nurani Ketika Bertugas

Butuh Rental Mobil di Pekanbaru dan sekitarnya silahkan kontak GLORIA Rent Car. Kunjungi RentalMobilPekanbaru.com