22.12.2011 | Reporter : Defri Yanto | Posted in
Hot News,
Lingkungan,
Meranti
JAKARTA (riaupeople) – Perjuangan yang dilakukan ratusan masyarakat Pulau Padang di DPR RI terus menuai simpati. Setelah anggota DPD RI dan sejumlah tokoh mendatangi lokasi aksi, kali ini relawan yang menjahit mulutnya sebagai bentuk perlawanan dikunjungi oleh mantan Gubernur Riau, H Wan Abu Bakar yang saat ini duduk di Komisi IV DPR RI.
Wan Abu Bakar menjambangi warga yang dirawat di RSCM Jakarta karena kondisi fisik mereka mulai lemah akibat tidak mengkonsumsi makanan sejak awal pekan kemarin. Saat berdialog dengan warga, Wan yang merupakan anak jati Kepulauan Meranti ini menyatakan dukungannya terhadap aksi yang dilakukan. “ Saya dukung aksi penyelamatan lingkungan ini. Saya akan menyurati Menteri Kehutanan guna meninjau ulang SK nomor 327 tahun 2009 tentang izin HTI PT RAPP itu. Jangan sampai nanti malah menciptakan konflik,” ujar Wan Abu Bakar, Kamis (22/12/11) malam.
Sementara informasi terbaru dari Jakarta menyebutkan 7 dari 18 warga Pulau Padang yang melakukan aksi jahit mulut di depan gedung DPR RI pingsan dan dilarikan ke RSCM Jakarta. Fisik pendemo memburuk menyusul aksi mogok makan yang mereka lakukan. Ketujuh aktivis yang dilarikan dengan mobil ambulans itu yakni Sutoyo, Mustafa, Yahya, Muslim, Misri, Junaidi dan Purwanti.
Purwati adalah satu-satunya perempuan yang menjadi peserta aksi jahit mulut. Wanita berusia 47 tahun ini sehari-hari bekerja sebagai petani di kampung halamannya. Saat dirawat, wanita ini hanya mampu berkomunikasi melalui isyarat. Sudah 4 hari Purwati dan ketujuh warga lainnya hanya mengkonsumsi air dari sela bibir yang tidak terkena jahitan.(*)