BENGKALIS (riaupeople) – Proyek pembangunan Jembatan Kuiseng di Desa Tanjung Medang, Kecamatan Rupat Utara, Bengkalis diduga kuat menyalahi bestek. Cerocok yang digunakan diduga tidak mengacu bestek.
Kepala Bidang (Kabid) Jembatan Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Bengkalis, Sukirno mengakui ukuran cerocok yang digunakan pada pembangunan Jembatan senilai Rp 8 miliar tersebut berukuran kecil. ” Saya sudah tiga kali turun ke lapangan, mengecek pembangunan Jembatan tersebut. Memang ukuran cerocoknya kecil, tapi waktu itu belum dipasang. Mungkin dipasangnya rapat,” kata Sukirno, Kamis (8/12) kemarin.
Mengenai Besi Ulir yang diduga tidak digunakan, Sukirno mengaku tidak tahu. Untuk pastinya, ia bakal menanyakan persoalan ini ke Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) bersangkutan. Karena menurutnya, hingga akhir waktu yang sudah ditentukan, proyek yang dikerjakan PT Bumi Pangkita Handitama tidak bakalan rampung 100 persen. Sesuai perkiraan konsultan, pengerejaan hanya akan selesai sekitar 70-75 persen. ” Sampai saat ini rekanan belum ditermen, baru dibayar uang muka. Jika tidak selesai, maka perusahaan pelaksana akan di-blaclist dan dibayarkan sesuai dengan pengerjaannya,” tegas Sukirno.
Pada proyek ini, rekanan pelaksana diduga tidak menggunakan Besi Ulir untuk Tiang penyangga Jembatan. Sementara, cerocok yang digunakan berukuran kecil, sehingga dikhawatirkan akan berdampak terhadap ketahanan Jembatan.
Jembatan Kuiseng sendiri merupakan salah satu jalur utama masyarakat, dari beberapa desa menuju Tanjung Medang. Rekanan peklaksana kegiatan pembangunan Jembatan Kuiseng terkesan melakukan pengerjaan asal-asalan.
Buktinya, cerocok yang digunakan berukuran 2 inci dengan panjang 3 meter. Seharusnya, cerocok yang digunakan ukurannya 15 inci dengan panjang 4 meter. Selain itu, rekanan diduga tidak menggunakan Besi Ulir, sebagai mana layaknya kontruksi untuk sebuah jembatan.
Pembangunan Jembatan Kuiseng merupakan lanjutan dari kegiatan tahun 2010 lalu. Pada tahun sebelumnya, Jembatan tersebut tidak selesai dan diduga juga dikerjakan asal jadi oleh rekanan.(*)